Bersih-Bersih, Twitter Hapus 50 Persen Tweet dengan Konten Kasar

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 207 2121668 bersih-bersih-twitter-hapus-50-persen-tweet-dengan-konten-kasar-APev8C2qhs.jpg Ilustrasi Twitter (Foto: Time)

JAKARTA - Twitter telah menghapus 50 persen tweet yang berisi konten kasar secara otomatis. Konten kasar dalam hal ini yakni postingan yang mengandung pelecehan, intimidasi dan membungkam suara orang lain.

“Kami juga terus membuat kemajuan dalam kesehatan, meningkatkan kemampuan kami untuk secara proaktif mengidentifikasi dan menghapus konten yang kasar, dengan lebih dari 50% Tweet dihapus untuk konten yang kasar di Q3 dihapus tanpa laporan pengamat atau laporan pengguna," kata CEO Twitter, Jack Dorsey seperti dilansir dari laman Digital Trends, Sabtu (26/10/2019).

Sebelumnya, Venture Beat mencatat bahwa Twitter telah menghapus 38 persen konten kasar pada kuartal pertama 2019. Kemudian, pada kuartal kedua berhasil menghapus 43 persen.

Twitter memang tampaknya tengah melakukan bersih-bersih pada aplikasinya. Pada 2017, Twitter telah melarang dan menghapus akun yang berafiliasi dengan organisasi yang mempromosikan kekerasan.

 Twitter Hapus 50 Persen Tweet dengan Konten Kasar

Baca Juga: Uniknya Ponsel Lipat TCL dengan Dua Lipatan, Ini Wujudnya

Pada September 2018, Twitter meminta masukan kepada pengguna tentang kebijakan perilaku kebencian. Menurut blog resmi Twitter, perusahaan menerima 8.000 tanggapan.

Beberapa masukan meminta bahasa yang lebih jelas tentang contoh-contoh pelanggaran, mempersempit apa yang dianggap sebagai kelompok kebencian, dan memiliki penegakan yang lebih konsisten untuk pidato kebencian di akhir Twitter.

Pada Juli, Twitter memperbarui aturannya terhadap konten yang mengandung kebencian untuk memasukkan tweet apa pun yang tidak manusiawi berdasarkan agama. Twitter sudah menghapus tweet dengan ancaman berdasarkan ras, etnis, afiliasi agama, dan banyak lagi, tetapi pembaruan Juli menetapkan standar yang lebih tepat untuk konten kebencian berdasarkan agama.

Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Jadi Trending Topik di Twitter, Ini Komentar Netizen

Baca Juga: Mirip Tablet, Ponsel Lipat TCL Bisa Dibentangkan hingga 10 Inci

(DNA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini