Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kalahkan Amazon, Microsoft Menang Tender Layanan Cloud Pentagon

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 26 207 2122099 kalahkan-amazon-microsoft-menang-tender-layanan-cloud-pentagon-OwgisnIABG.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan kontrak cloud senilai USD10 miliar atau sekira Rp140 triliun kepada Microsoft. Dikenal dengan nama Joint Enterprise Defense Infrastructure (JEDI), kontrak akan memberikan Pentagon layanan cloud untuk penyimpanan dasar dan mendukung sampai ke pemrosesan kecerdasan buatan.

Selain itu, kontrak juga mendukung pembelajaran mesin, dan kemampuan untuk memproses beban kerja yang sangat penting, seperti dikutip Theverge. Ini adalah kontrak kunci untuk Microsoft ketika perusahaan bertarung melawan Amazon untuk mendapatkan dominasi cloud.

IBM dan Oracle sama-sama tersingkir untuk penawaran kembali pada April, hanya menyisakan Microsoft dan Amazon sebagai satu-satunya perusahaan yang dapat memenuhi persyaratan.

Kontrak tersebut telah menjadi kontroversi sepanjang proses penawaran, dan Oracle kehilangan 'legal challenge' setelah mengklaim kontrak tersebut memiliki konflik kepentingan.

 Pemerintah AS memberikan kontrak cloud senilai USD10 miliar atau sekira Rp140 triliun kepada Microsoft.

Baca juga: Uniknya Ponsel Lipat TCL dengan Dua Lipatan, Ini Wujudnya

Kontrak akan berlangsung selama 10 tahun. Ini dipandang sebagai kemenangan besar bagi Microsoft, tetapi karyawan mungkin belum tentu setuju. Sekadar informasi, ribuan karyawan Google memprotes keterlibatan raksasa teknologi dalam program AI "pathfinder" Pentagon, yang dikenal sebagai Project Maven.

Google akhirnya terpaksa mundur dari pekerjaan, dan bukan bagian dari proses penawaran akhir untuk kontrak ini.

Karyawan Microsoft juga meminta perusahaan untuk membatalkan kontrak HoloLens US Army-nya, yang pada akhirnya dapat menyediakan lebih dari 100.000 headset augmented reality untuk pertempuran dan pelatihan militer.

Microsoft masih menghormati kontrak, dan Angkatan Darat AS sudah menggunakan headset HoloLens 2 yang dimodifikasi untuk prajurit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini