Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khawatir Disadap, AS Hentikan Penggunaan Drone Asal China

Rais Erizam, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 15:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 31 207 2124148 khawatir-disadap-as-hentikan-penggunaan-drone-asal-china-dWHuZKN6yE.jpg (Foto: Cnet)

JAKARTA - Departemen dalam negeri Amerika Serikat telah melakukan pelarangan terhadap penggunaan drone yang dibuat oleh China. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko mata-mata dari China.

Dikutip dari TheVerge, armada drone yang selama ini digunakan oleh AS rata-rata dibuat oleh China, bahkan drone tersebut juga menggunakan komponen-komponen asal China.

Departemen dalam negeri AS, yang mengawasi manajemen sumber daya, mengatakan akan menghentikan seluruh armada drone yang berjumlah lebih dari 800 UAV karena khawatir dengan serangan cyber mata-mata Tiongkok yang dibantu oleh drone, dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Penggunaan drone akan tetap dihentikan sampai departemen dapat menyelesaikan tinjauan tentang risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan.

"Sekretaris Bernhardt sedang meninjau program drone Departemen Dalam Negeri. Sampai peninjauan ini selesai, Sekretaris telah memerintahkan agar drone yang diproduksi di Tiongkok atau yang terbuat dari komponen China dilarang terbang kecuali jika saat ini sedang digunakan untuk tujuan darurat, seperti memerangi kebakaran hutan, mencari dan menyelamatkan, dan menangani bencana alam yang dapat mengancam kehidupan atau properti,” ucap Melissa Brown, juru bicara departemen dalam negeri AS.

 Departemen dalam negeri Amerika Serikat telah melakukan pelarangan terhadap penggunaan drone yang dibuat oleh China.

Baca juga: Facebook Dikritik, Twitter Larang Semua Iklan Politik

Kabarnya, langkah ini adalah tindakan pemerintah AS dalam upayanya untuk menghukum perusahaan China yang selama bertahun-tahun telah mencuri rahasia dagang milik AS, meskipun pemerintah AS membeli produk seharga miliaran dolar dari perusahaan-perusahaan China setiap tahunnya.

Dengan diperkenalkannya undang-undang untuk mencegah pembelian pesawat tak berawak dari China, ini akan mempengaruhi bisnis pesawat tak berawak milik raksasa China yaitu DJI. Selain itu, Donald Trump juga benar-benar memutuskan kerjasama dengan raksasa telekomunikasi asal China Huawei yang beroperasi di AS.

Ini terjadi karena perang dagang yang sedang melanda kedua negara tersebut. Kejadian ini juga sangat berpengaruh terhadap hubungan bisnis Huawei dengan mitra utamanya seperti Android, Google Service, hingga Google Play.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini