Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Palapa Ring Diharapkan Jadi Sarana Peningkatan Ekonomi Digital Indonesia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 31 54 2124312 palapa-ring-diharapkan-jadi-sarana-peningkatan-ekonomi-digital-indonesia-tr9guoKjy2.jpg (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Angka pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Terhitung, pendapatan ekonomi digital pada 2018 mencapai USD27 miliar atau Rp378 triliun.

Nilainya diprediksi bakal terus meningkat pada 2019 mencapai USD40 miliar atau setara Rp566 triliun. Terlebih setelah Palapa Ring mulai beroperasi secara penuh per Agustus 2019.

Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Widodo Muktiyo mengungkapkan bahwa Palapa Ring merupakan sarana untuk meningkatkan ekonomi digital di Indonesia, seperti tol Palapa Ring memudahkan semuanya terkoneksi dan meningkatkan kolaborasi.

"Dengan potensi internet, ekonomi digital akan semakin meningkat. Ini meningkatkan daya saing desa dan daerah (pemerataan). Diikuti dengan tahun ini akan ditambah hingga 4.000 BTS. Hal-hal seperti ini yang harus didorong, kami sekarang ini menghalalkan yang berbasis online, internet yang sehat agar tidak habis waktu," kata Widodo dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kominfo, Kamis (31/10/2019).

 Angka pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat.

Baca juga: 5 Fitur Baru WhatsApp yang Bakal Diluncurkan, Apa Saja?

Lebih lanjut, meningkatnya ekonomi digital juga tidak dipungkiri karena berkembangnya internet.  Saat ini, lebih dari 60 persen penduduk atau sekira 171 juta merupakan pengguna internet. Bahkan kegiatan belanja saat ini sudah beralih dari offline ke online dengan semakin maraknya e-commerce.

Pemerintah juga percaya bahwa potensi bisnis di bidang digital akan semakin tumbuh dan berkembang. Tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah terpencil yang sekarang terhubung internet.

Sebagai contoh, CEO Aruna, Farid Naufal Aslam yang hadir dalam acara FMB 9 mengungkapkan bahwa dengan adanya Palapa Ring saat ini memudahkan nelayan lokal Aruna yang mayoritas berada di daerah Timur Indonesia semakin mudah untuk berkomunikasi.

"Di Papua Barat, sebelumnya nelayan yang berada di teluk itu tidak bisa dihubungi. Namun dengan adanya Palapa Ring sekarang ini membantu," kata Farid.

Untuk diketahui, Aruna merupakan platform e-commerce perikanan yang berfokus membantu mengembangkan ekonomi di pesisir. Menariknya, Aruna fokus pada daerah pesisir di luar Jawa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Barat, dan Aceh.

Alasan Aruna tidak menargetkan nelayan di provinsi Jawa dikatakan oleh Farid lantaran Pulau Jawa akses marketnya mudah.

"Karena banyak pabrik di sana, juga kota-kota besar. Tapi, orang-orang di daerah ini yang akses informasinya sulit. Makanya kita lebih mau membuka ke arah sana sih (Indonesia bagian Tengah ke Timur). Produk kita lebih dibutuhkan di sana," katanya.

Untuk diketahui, potensi ekonomi digital di Indonesia dari tahun ketahun makin besar. Hasil riset berjudul e-Conomy SEA 2019 yang dilansir Google, Temasek dan, Bain & Company menaksir potensi ekonomi digital di Indonesia bakal menyentuh USD133 miliar atau Rp1.862 triliun di 2025.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini