Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

E-commerce Aruna Bantu Nelayan Lokal Jual Ikan ke Pasar Internasional

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 13:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 01 207 2124498 e-commerce-aruna-bantu-nelayan-lokal-jual-ikan-ke-pasar-internasional-30iIzlYFmo.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA- Teknologi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian jika dimanfaatkan dengan baik, bahkan sampai ke daerah-daerah. Seperti platform e-commerce Aruna, yang merupakan market place perikanan yang menyaring nelayan-nelayan lokal sebagai mitranya.

Khususnya nelayan di wilayah tertinggal, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat, Sumatera Barat, dan Aceh.

Menurut CEO Aruna, Farid Naufal Aslam nelayan bahkan saat ini bisa mendapatkan akses pasar global.

"Melalui kemajuan teknologi informasi, maka para nelayan dari seluruh wilayah Indonesia yang menjadi mitra kami dapat mengakses pasar global," kata Farid dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kemkominfo Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Berdiri sejak 2016, Aruna bermitra dengan 5.073 nelayan di 17 Provinsi Indonesia. Pendanaan Aruna saat ini masih berasal dari para investor dalam negeri.

Aruna Bantu Nelayan Lokal Jual Ikan ke Pasar Internasional

Baca Juga: BAKTI: Operator Berperan Melanjutkan Program Palapa Ring

"Kami juga membentuk komunitas anak muda berusia 20-30 tahun yang membantu memasarkan produk tangkapan nelayan ini. Produknya paling banyak diekspor ke luar negeri dengan pasar utama seperti Malaysia, Singapura, China bahkan hingga ke Amerika Serikat,” kata Farid.

Beberapa produk yang dijual, lanjut Farid di antaranya lobster, udang, kepiting hingga ikan tuna.

“Kami mendidik para mitra agar mengenal dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengakses pasar global dengan aplikasi dari kami. Kami menawarkan pasar yang konsisten dan harga yang kompetitif buat mereka. Akhirnya mereka tertarik bergabung dengan kami," jelas Farid.

Ia menambahkan bahwa pasar yang paling besar adalah China dan Amerika Serikat. "Bahkan karena permintaan pasar begitu besar sehingga kami belum sanggup memenuhinya. Perang dagang antara dua negara besar tersebut, China dan AS justru menguntungkan kami. Sebab permintaan untuk memenuhi pasokan produk perikanan beralih ke Indonesia," tambahnya.

Farid mengakui, meskipun e-commerce Aruna saat ini masih terbatas hanya beberapa mitranya, permintaan sumber daya kelautan, seperti ikan dan kepiting melimpah ruah.

Baca Juga: E-commerce Perikanan Aruna Dilirik Investor Luar Negeri

Baca Juga: Electronic Arts Siapkan Game Olahraga Baru, Rilis di PS5?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini