Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai SMS, Spyware Asal Israel Menyerang Ribuan Akun WhatsApp

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 04 November 2019 16:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 04 207 2125521 pakai-sms-spyware-asal-israel-menyerang-ribuan-akun-whatsapp-zB0Lh6rjqt.jpg

JAKARTA- WhatsApp beberapa kali mengalami peretasan pada aplikasinya. WhatsApp pun mengakui ada pihak luar yang telah mengirimkan spyware yang telah menyerang aplikasinya.

WhatsApp bahkan menuding perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group yang melakukan hal tersebut. Masih belum diketahui kelanjutan gugatan WhatsApp tersebut.

Pakai SMS, Spyware Asal Israel Menyerang Ribuan Akun WhatsApp

Ada sekira 1.400 akun yang terkena serangan, beberapa diantaranya pengguna di India. Portal berita asal India, India Today pun mengungkapkan dokumen gugatan tersebut. Dalam gugatan, WhatsApp mengungkapkan bahwa spyware diinstal menggunakan nomor telepon target. Spyware dapat mengaktifkan kamera dan mikrofon target untuk mengumpulkan data.

"Nomor telepon seseorang adalah satu-satunya persyaratan untuk menginstalnya. Cara yang paling umum adalah melalui SMS atau SMS kilat," kata dokumen, seperti dilansir dari India Today, Senin (4/11/2019).

Baca Juga: Tak Hanya WhatsApp, Spyware Ini Juga Serang Telegram dan Skype

Lebih lanjut, 10 aktivis India pun mengkonfirmasi menerima pesan dari WhatsApp yang mengungkapkan bahwa akun mereka terserang spyware. Aktivis hak asasi manusia Bela Bhatia dan seorang pengacara yang terlibat dalam kasus Bhima Koregaon, Nihal Singh Rathod telah mengkonfirmasi bahwa akun mliknya terkena serangan selaman dua minggu pada Mei 2019.

Memang dikabarkan beberapa pengguna yang terkena merupakan orang penting seperti jurnalis, aktivis HAM, dan pengacara. Sementara itu, WhatsApp menolak menyebutkan nama mereka yang menjadi sasaran. Tetapi WhatsApp mengklaim bahwa pihaknya telah menghubungi masing-masing dari mereka dan memberi tahu mereka tentang pelanggaran tersebut.

Pakai SMS, Spyware Asal Israel Menyerang Ribuan Akun WhatsApp

Pemerintah India pun turut prihatin atas masalah ini, dan pihaknya meminta penjelasan WhatsApp.

"Pemerintah prihatin. Kami telah meminta WhatsApp untuk menjelaskan pelanggaran dan apa yang dilakukannya untuk menjaga privasi jutaan orang India. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi privasi semua orang India, "kata Ravi Shankar Prasad, Menteri IT Union India.

Baca Juga: Microsoft Perkenalkan Logo Baru untuk Browser Edge

Baca Juga: Pakai Tenaga Matahari, Robot Interceptor Bisa Bersihkan Sampah di Sungai

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini