Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai Tenaga Matahari, Robot Interceptor Bisa Bersihkan Sampah di Sungai

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 04 November 2019 11:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 04 56 2125406 pakai-tenaga-matahari-robot-interceptor-bisa-bersihkan-sampah-di-sungai-6DUw7KCJwn.jpg The Interceptor (Foto: New Atlas)

JAKARTA- Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling mengancam saat ini. Bahkan sebanyak 2,4 juta metrik ton sampai plastik mengalir dari sungai ke laut. Sampah plastik banyak berasal dari sungai-sungai di Asia, termasuk Indonesia.

Beberapa negara mungkin telah mencoba beberapa hal untuk mencegah menumpuknya sampah plasti, seperti daur ulang, mengganti kantong belanjaan, dan larangan pengemasan sekali pakai.

Menariknya, perusahaan asal Belanda yang dipimpin oleh Boyan Slat, Ocean Cleanup berhasil membuat robot yang mampu mengurangi sampah di sungai. Robot tersebut dinamakan Interceptor dan menggunakan tenaga surya.

Robot Interceptor mampu bekerja selama 24 jam dan menyedot sampah seperti vacum cleaner. Robot ini mampu menampung 50.000 kg sampah. Nantinya saat sampah sudah penuh atau overload, robot akan mengirimkan sinyal ke sistem untuk menepi.

Pakai Tenaga Matahari, Robot Interceptor Bisa Bersihkan Sampah di Sungai

Baca Juga: MNC Vision Networks Hadirkan 'MVN Cinema' di MNC Fest 2019

Kemudian sampah disaring atau dikosongkan dari robot. Robot ini pun ramah lingkungan karena menggunakan tenaga surya. Selain itu tidak mengeluarkan suara atau polusi udara. Dengan robot Interceptor, Ocean Clean Up berharap untuk membersihkan laut dari sampah plastik hingga 90 persen pada 2040.

Ocean Cleanup telah membangun empat Interceptors pertama. Mereka memilih Jakarta, Kuala Lumpur, dan Vietnam untuk uji coba. Di Jakarta, robot Interceptor mulai membersihkan sampah di sungai Cengkareng Drain.

“Untuk benar-benar membersihkan lautan plastik, kita perlu membersihkan warisan dan menutup keran, mencegah lebih banyak plastik mencapai lautan. Menggabungkan teknologi pembersihan lautan kita dengan Interceptor, solusinya sekarang ada untuk mengatasi kedua sisi persamaan, ”kata Boyan Slat, Pendiri dan CEO The Ocean Cleanup.

Baca Juga: Tim DFN Esport Juara Turnamen Mobile Legend di MNC Fest 2019

Baca Juga: Game Kiko Run Ramaikan MNC Fest 2019

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini