Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerangka Mammoth Ditemukan di Meksiko, Ungkap Cara Manusia Purba Berburu

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 10 November 2019 12:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 10 56 2127951 kerangka-mammoth-ditemukan-di-meksiko-ungkap-cara-manusia-purba-berburu-cHxESCgZqh.jpg Kerangka Mammoth (Foto: New Atlas)

JAKARTA- Sisa-sisa kerangka sekitar 14 Mammoth telah ditemukan oleh tim penggalian dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah (INAH) Meksiko di Tultepec, Meksiko. Mereka ditemukan dalam dua lubang bundar yang tampaknya merupakan perangkap yang digunakan manusia purba untuk memburu Mammoth.

Dilansir dari laman News Atlas, Minggu (10/11/2019) penemuan tersebut diharapkan mampu memberikan penerangan baru tentang bagaimana manusia pada jaman dahulu memburu Mammoth. Arkeolog menduga bahwa ada sekira 20 hingga 30 manusia purba berkelompok untuk memburu Mammoth. Mereka menggunakan obor untuk memisahkan Mammoth dari kawananya dan mengarahkan mereka ke dalam perangkap. Adapun perangkap tersebut memiliki kedalaman 1,7 m (5,6 kaki) dan diameter 25 m (82 kaki).

 Kerangka Mammoth Ditemukan di Meksiko, Ungkap Cara Manusia Purba Berburu

Baca Juga: 3 Tips agar Tak Mudah Kalah di Game Call of Duty: Mobile

Ada lebih dari 800 tulang yang ditemukan termasuk delapan tengkorak, lima rahang, 100 ruas tulang belakang, dan 179 tulang rusuk. Namun, kurangnya tulang menunjukkan bahwa manusia mungkin telah melakukan ritual atau mungkin untuk menghormati mammoth itu sendiri. Dari enam skapula yang ditemukan, semuanya berasal dari sisi kanan mammoth.

Pengaturan yang tampaknya disengaja dari beberapa tulang juga menunjukkan ritus atau ritual tertentu mungkin telah terjadi.

Ada juga bukti bahwa tulang rusuk Mammoth digunakan untuk memotong daging mammoth, dan bahwa ulna mereka digunakan sebagai alat pemoles, mungkin untuk menghilangkan lemak dari kulit. Fakta bahwa banyak tengkorak ditemukan terbalik menunjukkan bahwa lidah mammoth dimakan, bersama dengan organ-organ lain. Lebih lanjut, diperkirakan penemuan tersebut berasal dari akhir zaman Pleistosen.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini