Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Aplikasi Kontroversial, Diblokir Apple hingga Skandal Privasi Data

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 12:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 13 207 2129239 deretan-aplikasi-kontroversial-diblokir-apple-hingga-skandal-privasi-data-Kv56y0K9xw.jpg Ilustrasi Tik Tok (Foto: CNet)

JAKARTA- Aplikasi sejatinya dibuat untuk memudahkan manusia melakukan aktivitas. Banyak sekali aplikasi di Android maupun iOS yang telah membantu kehidupan manusia, bahkan tidak bisa dilepaskan lagi dari rutinitas. Meskipun demikian, aplikasi kontroversial pastinya tetap ada.

Seperti misalnya aplikasi dengan kasus pelanggaran data privasi. Mungkin masih lekat diingatan Anda aplikasi Face App yang kabarnya mampu mencuri data pengguna. Kali ini Okezone akan membahas beberapa dereta aplikasi kontroversial, berikut ulasannya, seperti dilansir dari laman CBS News, Rabu (13/11/2019).

Deretan Aplikasi Kontroversial, Diblokir Apple hingga Skandal Privasi Data

Baca Juga: Ini Fungsi Kominfo Tangkal Radikalisme di Lingkungan ASN

1. HKmap.live

Beberapa waktu lalu, Apple telah menghapus aplikasi HKmap.live di Apple Store. Langkah tersebut dilakukan setelah sebuah surat kabar China menuding bahwa aplikasi telah memfasilitasi perilaku demo ilegal di Hongkong yang melacak pergerakan polisi.

Komunitas game online menyerukan boikot Blizzard, dengan kritik menuduh perusahaan menempatkan hubungan bisnisnya dengan China atas nilai-nilai kebebasan berbicara. Raksasa teknologi Cina Tencent memiliki hampir 5% saham di Activision Blizzard.

2. Study the Great Nation

Aplikasi ini baru diluncurkan di China dan telah diunduh sekira 100 juta kali sejak Januari 2019. Perusahaan cybersecurity asal Jerman, Cure 53 menemukan bahwa aplikasi yang dikembangkan oleh Alibaba dan departemen propaganda pemerintah ini telah disusupi spyware yang memberi pengembang 'superuser' untuk mengakses ponsel.

Deretan Aplikasi Kontroversial, Diblokir Apple hingga Skandal Privasi Data

3. Hearthstone, Overwatch and World of Warcraft

Beberapa waktu lalu, perusahaan video game Amerika Activision Blizzard mendapatkan protes dari masyarakat China. Pasalnya anak perusahaannya Blizzard Entertainment menghukum seorang gamer Hong Kong karena membuat pernyataan pro-demokrasi dalam sebuah wawancara menyusul turnamen Hearthstone.

4. Tik Tok

Tik Tok juga mendapatkan banyak kasus seperti pelanggaran data privasi dan pornografi anak. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi populer. Bahkan, aplikasi yang dikembangkan oleh ByteDance ini merupakan starup dengan nilai tinggi di dunia dengan nilai USD75 miliar.

Deretan Aplikasi Kontroversial, Diblokir Apple hingga Skandal Privasi Data

5. Grindr

Pada bulan Maret, CFIUS menandai aplikasi kencan gay Amerika Grindr sebagai risiko keamanan nasional dan menuntut agar pemiliknya di China, Beijing Kunlun Tech, menjual platform tersebut, yang dilakukan pada Mei.

Grindr tidak mengumpulkan data pengguna yang berbeda dari aplikasi jejaring sosial lainnya, tetapi para ahli mengatakan keputusan itu berasal dari meningkatnya kekhawatiran tentang spionase dan privasi data Tiongkok.

Perusahaan, yang memiliki 27 juta pengguna pada platformnya pada 2017, tahun lalu diketahui telah berbagi status HIV dan preferensi seksual pengguna dengan pihak ketiga. Ini juga melacak alamat email, kata sandi, informasi penagihan, geolokasi, serta pesan yang dipertukarkan dengan pengguna dan foto lain.

Baca Juga: Begini Mekanisme Pemblokiran Ponsel dan Komputer via IMEI

Baca Juga: Vivo S1 Pro Bakal Hadir di Indonesia, Kapan Meluncur?

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini