Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Mengapa Bandar Antariksa Indonesia Berlokasi di Papua

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 15 56 2130350 ini-alasan-mengapa-bandar-antariksa-indonesia-berlokasi-di-papua-9PxnoAV6Gj.jpg Ilustrasi (Foto: Kennedy Space Center)

JAKARTA - Indonesia akan memiliki Bandar Antariksa. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin Bandar Antariksa tersebut akan dibangun di Biak, Papua dan masih dalam tahap persiapan. Bandar Antariksa diharapkan mulai dibangun pada 2020.

Thomas melanjutkan pembangunan Bandar Antariksa tersebut merupakan amanat dari Undang-undang No. 21 tahun 2013 tentang keantariksaan dan Peraturan Presiden No.45 tahun 2017. Meskipun sudah lama tercantum dalam undang-undang, Thomas mengatakan pembangunan mulai direncanakan pada tahun ini karena adanya keterbatasan anggaran.

 Ini Alasan Mengapa Bandar Antariksa Indonesia Berlokasi di Papua

Baca Juga: Indonesia Akan Miliki Bandar Antariksa Pertama di Papua

“Pada 2018 telah menetapkan lokasi dari beberapa alternatif ada Pulau Enggano, Pulau Nias, Pulau Morotai, dan Pulau Biak. Kemudian konsultasi dengan beberapa kementerian dan lembaga, akhirnya kami memutuskan di Biak,” kata Thomas kepada Okezone, Jumat (15/11/2019).

Selanjutnya, Thomas menuturkan pertimbangan utama memilih Biak, karena daerah tersebut dekat dengan ekuator, di mana terletak pada titik koordinat 0º55?-1º27? Lintang Selatan (LS) dan 134º47?-136º48 Bujur Timur (BT). Selain itu, Biak juga menghadap ke laut lepas, sehingga memiliki drop zone (titik jatuh) di wilayah yang aman di lautan.

“Selain itu, infrastruktur di Biak juga lebih unggul daripada alternatif daerah lainnya," imbuh Thomas.

Thomas juga mengungkapkan bahwa Bandar Antariksa tersebut masih skala kecil. Alasannya disebut skala kecil menurut Thomas lantaran Bandar Antariksa nantinya digunakan untuk peluncuran roket yang relatif kecil dan operasionalnya tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Ini 5 Besar Brand Smartphone di Indonesia Q3 2019

Baca Juga: Pengapalan Ponsel Rp2 Juta hingga Rp5 Jutaan Meningkat di Q3 2019

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini