Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Bandar Antariksa, LAPAN Bakal Uji Roket Bertingkat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 06:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 15 56 2130383 bangun-bandar-antariksa-lapan-bakal-uji-roket-bertingkat-TH4lTJNRO9.jpg Ilustrasi (Foto: Rocket Rundown)

JAKARTA- Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa pembangunan Bandar Antariksa sudah dimulai pada 2020. Ia juga berharap bahwa Bandar Antariksa yang akan dibangun di Biak, Papua tersebut dapat menjadi tempat peluncuran roket yang tengah dikembangkan LAPAN.

“Pilihan untuk pembangunan Bandar Antariksa di Biak, Papua. Kami harap 5 tahun mendatang Bandar Antariksa skala kecil ini bisa dipakai untuk uji terbang roket bertingkat yang dikembangkan oleh LAPAN,” kata Thomas kepada Okezone, Jumat (15/11/2019).

Tidak hanya itu, Thomas juga berharap Bandar Antariksa bisa menjadi tempat peluncuran satelit. Menurut Thomas, pembangunan Bandar Antariksa ini masih skala kecil. Pasalnya Banda Antariksa akan digunakan untuk meluncurkan roket-roket kecil dan pengoperasiannya pun masih belum banyak.

“Nantinya kami juga akan berharap ada Badan Antariksa skala penuh setelah Bandar Anatariksa skala kecil dibangun,”kata Thomas.

Bangun Bandar Antariksa, LAPAN Bakal Uji Roket Bertingkat

Baca Juga: Instagram Uji Coba Sembunyikan Fitur Like di Indonesia

Untuk waktunya, Thomas menyebutkan bahwa pembangunan Bandar Antariksa skala penuh bergantung pada kemitraan dengan internasional.

“Nanti juga sudah disepakati, dilihat dulu. Jika regulasi mendukungnya dan tidak ada yang bermasalah bisa langsung jalan, kalau sudah skala bisnis pasti pebisnis juga ingin cepat-cepat,” kata Thomas.

Thomas juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan rumah untuk membangun Bandar Udara skala kecil. Saat ini masih dalam tahap persiapan diantaranya analisis dampak lingkungan, desain wujud, dan usulan anggaran.

“Kami mengupayakan Banda Antariksa nantinya dananya dari berbagai sumber, yakni APBN dan kemitraan dengan badan usaha, skala kecil ini dibutuhkan untuk uji terbang roket yang dikembangkan. Tempat peluncuran di Garut untuk roket kecil sudah tidak memadai,” kata Thomas.

Baca Juga: Ini 5 Besar Brand Smartphone di Indonesia Q3 2019

Baca Juga: LG Bikin Smartwatch Mirip Perhiasan untuk Wanita, Ini Wujudnya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini