Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati, Malware Bisa Disebar Melalui Video di WhatsApp

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 18 November 2019 16:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 18 207 2131288 hati-hati-malware-bisa-disebar-melalui-video-di-whatsapp-az8X6TymJs.jpg Ilustrasi WhatsApp (Foto: Ist)

JAKARTA - WhatsApp beberapa kali dilaporkan mengalami kerentanan keamanan. Perusahaan milik Facebook tersebut berusaha untuk menambal platform-nya dengan upgrade aplikasi. Bahkan belum lama ini WhatsApp menggugat perusahaan asal Israel, NSO yang telah mengirim spyware ke WhatsApp.

Dilansir dari laman Forbes, Senin (18/11/2019), Facebook kali ini mengonfirmasi bahwa terdapat kerentanan di WhatsApp, yakni adanya malware yang dikirim melalui video. Facebook telah memperingatkan pengguna WhatsApp bahwa ada buffer overflow berbasis stack yang dipicu di WhatsApp dengan mengirimkan file MP4 yang dibuat khusus untuk pengguna WhatsApp.

File Mp4 tersebut bisa menimbulkan risiko malware yang ditanam di perangkat yang terinfeksi. Menurut Facebook, potensi malware tersebut mempengaruhi WhatsApp versi Android sebelum 2.19.274, versi iOS sebelum 2.19.100, versi Windows Phone sebelum dan termasuk 2.18.368, WhatsApp Bisnis versi Android sebelum 2.19.104, dan WhatsApp Bisnis versi iOS sebelum 2.19.100.

 Hati-Hati, Malware Bisa Disebar Melalui Video di WhatsApp

Baca Juga: Lewat Instagram dan WhatsApp, Bill Gates Bangun Interaksi dengan Keluarga

Facebook menyarankan pengguna WhatsApp untuk terus memeriksa dan memastikan bahwa mereka menjalankan versi terbaru dari aplikasi.

Seorang juru bicara WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja untuk meningkatkan keamanan layanan.

"Kami membuat laporan publik tentang masalah potensial yang telah kami perbaiki konsisten dengan praktik terbaik industri. Dalam hal ini tidak ada alasan untuk percaya bahwa pengguna terkena dampak," kata WhatsApp.

Baca Juga: realme Konfirmasi Ponsel Flagship X2 Pro di Indonesia

Baca Juga: Ini Fitur WhatsApp untuk Lindungi Privasi Pengguna

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini