Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Data Pribadi yang Tak Boleh Di-share di Media Sosial

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 18 November 2019 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 18 207 2131343 ini-data-pribadi-yang-tak-boleh-di-share-di-media-sosial-SaqVilPc6s.jpg Ilustrasi Media Sosial (Foto: Ist)

JAKARTA- Media sosial saat ini menjadi media komunikasi dan hiburan masa kini. Selain itu, beberapa pengguna juga kerap kali membagikan informasi di media sosial. Sayangnya, beberapa pengguna juga memposting beberapa informasi pribadi yang seharusnya tidak disebarkan.

Direktur Eksekutif Plt. ICT Watch, Widuri mengungkapkan beberapa data yang seharusnya tidak dibagikan di media sosial. Seperti halnya riwayat kesehatan, data ini menurut dia menjadi penting pasalnya sering kali ketika seseorang ketahuan misalnya secara fisik ataupun secara mentalnya menderita penyakit kemudian beberapa pihak mulai mendiskriminasi.

“Itu yang dikhawatirkan sebenarnya ketika seseorang misalnya riwayat penyakitnya diketahui oleh orang lain. Terutama yang sering kali mendapat diskriminasi itu misalnya yang HIV AIDS, atau misalnya penyakit Lepra, atau apa yang bisa dibilang cukup bisa membuat orang akhirnya merasa terdiskriminasi,” kata Widuri saat ditemui di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Tidak hanya itu, Widuri juga mengungkapkan bahwa agama juga merupakan data yang tak perlu disebarkan di media sosial. Pasalnya bahwa ada pemegang agama kepercayaan yang masih belum mendapatkan tempat misalnya di Indonesia.

Ini Data Pribadi yang Tak Boleh Di-share di Media Sosial

Baca Juga: Hati-Hati, Malware Bisa Disebar Melalui Video di WhatsApp

“Belum lagi hal-hal lain misalnya yang terkait kartu keluarga, buku nikah dan lain lain yang sering kali tanpa sadar orang mengeksposnya sendiri. Kemudian riwayat pernah ditahan atau tidak ditahan di kepolisian itu juga menjadi data yang sensitif,” kata Widuri.

Widuri juga mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat tentang privasi data masih rendah.

“Contoh kemarin ketika pemerintah meminta masyarakat punya KIA untuk setiap anaknya. Itu di Instagram penuh dengan ibu-ibu yang memfoto anaknya dengan memegang kartu indentitas anaknya,” imbuh Widuri.

Widuri menyayangkan hal tersebut, pasalnya kartu KIA berisi beberapa data pribadi yang rentan seperti alamat, nama lengkap, dan nama orang tua. Selanjutnya, Widuri juga mengungkapkan bahwa beberapa pengguna juga kerap membagikan boarding pass beserta barcode saat berpegrian.

“Itu juga menjadi kerentanan sendiri terkait dengan perlindungan data pribadi,” katanya.

Baca Juga: realme Konfirmasi Ponsel Flagship X2 Pro di Indonesia

Baca Juga: Ini Fitur WhatsApp untuk Lindungi Privasi Pengguna

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini