Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selisihi Facebook, Snapchat Bakal Periksa Iklan Politik

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 207 2131810 selisihi-facebook-snapchat-bakal-periksa-iklan-politik-j5lJOnG56Z.jpg CEO Snapchat, Evan Spiegel (Foto: Tech Crunch)

JAKARTA- CEO Snapchat, Evan Spiegel mengungkapkan bahwa pihaknya akan memeriksa iklan politik pada aplikasinya. Hal tersebut berbeda dengan langkah Facebook yang dikabarkan tak akan memeriksa iklan politik dengan dalih kebebasan bersuara.

Dilansir dari laman cnbc.com, Selasa (19/11/2019) Spiegel juga mengungkapkan bahwa Snapchat memiliki tim yang didedikasikan untuk memeriksa semua iklan politik pada platformnya. Iklan politik belakangan ini memang menjadi isu hangat pada raksasa media sosial. Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda.

Facebook mendorong untuk tidak ada peraturan untuk iklan politik. Sementara Twitter akan menghapus iklan politik. Namun, Twitter juga kabarnya tengah menentukan apa yang sebenarnya memenuhi syarat sebagai iklan politik . Google, yang juga memiliki YouTube, tetap diam dalam masalah ini.

 Selisihi Facebook, Snapchat Bakal Periksa Iklan Politik

Baca Juga: Inikah Wujud Controller PlayStation 5?

“Kami menundukkan semua iklan untuk ditinjau, termasuk iklan politik. Dan saya pikir apa yang kami coba lakukan adalah menciptakan tempat untuk iklan politik di platform kami, terutama karena kami menjangkau begitu banyak orang muda dan pemilih pemula sehingga kami ingin mereka dapat terlibat dalam percakapan politik, tetapi kami tidak akan membiarkan hal-hal seperti informasi yang salah muncul di iklan itu," kata Spiegel.

Spiegel membandingkan kebijakannya tentang iklan politik seperti TV Kabel. Di bawah aturan Komisi Komunikasi Federal , stasiun televisi siaran tidak dapat menyensor iklan politik tertentu berdasarkan masalah akurasi. Jaringan televisi kabel tidak terikat oleh kebijakan federal yang sama.

Bisnis periklanan Snapchat secara substansial lebih kecil daripada Facebook dan Google, tetapi bisnis berbagi foto mengalami pertumbuhan 50% dalam periklanan selama kuartal ketiga tahun ini menjadi USD446 juta.

Baca Juga: iPhone 11 Mulai Dijual 6 Desember di Indonesia, Berapa Harganya?

Baca Juga: WhatsApp Perbaiki Kerentanan Malware yang Disebar via File MP4

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini