Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google Stadia Resmi Meluncur, Ini Kelemahan Layanan Cloud Gaming

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 20 326 2132126 google-stadia-resmi-meluncur-ini-kelemahan-layanan-cloud-gaming-NfWOJSjF4n.jpg (Foto: CNet)

JAKARTA - Google telah meluncurkan Stadia pada Selasa. Layanan cloud gaming ini memungkinkan gamer bermain game di berbagai device.

Kemunculan Google Stadia seolah mengungkap pesan bahwa Anda tidak membutuhkan lagi perangkat konsol sebagaimana yang diusung oleh Sony PlayStation atau Microsoft Xbox. Dilansir Seattletimes, produk ini bukan perangkat keras yang Anda lihat di rumah Anda.

Layanan cloud gaming ini merupakan pusat data Google yang menangani daya komputasi untuk menjalankan game dan menyiarkannya ke smartphone, tablet dan perangkat televisi melalui internet.

Ini tidak seperti konsol tradisional, yang memainkan game langsung dari perangkat keras.

Dengan demikian, ketika Anda bermain game melalui Stadia, Anda sebenarnya menonton video streaming game dari server Google. Ketika tombol ditekan, perintah itu dikirim ke server Google untuk mengontrol apa pun yang terjadi di dalam game, yang kemudian Anda lihat di video.

 Google telah meluncurkan Stadia pada Selasa.

Baca juga: Game Street Fighter 5: Champion Edition Rilis di 2020

Dengan konsep ini, Anda mungkin berasumsi akan ada penundaan sesekali antara penekanan tombol dan tindakan yang terjadi di layar dan ini benar.

Penguji seperti dilaporkan Seattletimes menjajal beberapa game Stadia pekan lalu. "Dalam tes saya memainkan beberapa game Stadia minggu lalu, saya biasanya terkesan dengan betapa lancarnya game mengalir. Bahkan judul-judul dengan grafik yang intens berjalan baik di TV saya, di laptop dan di smartphone yang murah," kata penguji.

Ia melanjutkan, kadang-kadang ada masalah kualitas dan masalah karena kecepatan internet yang tidak konsisten dan bug awal.

 Google telah meluncurkan Stadia pada Selasa.

Baca juga: Inikah Wujud Controller PlayStation 5?

Ia mengatakan, bagi seseorang yang telah bermain video game sejak kecil, dirinya tidak akan meninggalkan konsol untuk layanan streaming ini. Menurutnya, mereka yang bermain game ingin gerak dalam permainan menjadi sempurna.

Meskipun demikian, konsep Google adalah pandangan yang menarik tentang bagaimana game dapat berkembang di tahun-tahun mendatang karena kecepatan internet meningkat dan pusat data menjadi semakin kuat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini