Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo Gelar Konvensi Nasional Pos dan Informatika

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 12:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 21 54 2132644 kominfo-gelar-konvensi-nasional-pos-dan-informatika-4glvKTZC2f.jpg (Foto: Kominfo)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Konvensi Nasional Pos dan Informatika dengan tema Kolaborasi Pemerintah dan Industri dalam Mendukung Ekonomi Digital.

Melalui siaran pers situs resmi Kominfo, kegiatan itu dilaksanakan dengan tujuan sebagai wadah diskusi, bertukar pikiran dan gagasan untuk menyusun regulasi di masa yang akan datang, serta memperkaya perspektif kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam menemukan solusi-solusi terbaik dalam mendukung ekonomi digital.

“Konvensi nasional merupakan sesuatu yang bagus untuk dibiasakan dalam era demokrasi. Hal ini pun terkait dengan arahan presiden dalam bidang informatika," ujar Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Menteri Kominfo mengatakan terdapat empat hal strategis yang perlu dilakukan untuk mendukung ekonomi digital.

Pertama, pembangunan dan pemerataan infrastruktur telekomunikasi, khususnya untuk daerah yang belum terlayani. Kementerian Kominfo optimistis bahwa pada 2020 akan terbangun 3.400 BTS dan pada 2024 ditargetkan Indonesia memiliki tiga satelit multifungsi.

 Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan sebagai wadah diskusi, bertukar pikiran dan gagasan untuk menyusun regulasi di masa yang akan datang.

Baca juga: Turnamen Esports PUBGM Segera Masuki Babak Grand Final

Kedua, penataan frekuensi dan migrasi penyiaran analog ke digital, sehingga menghasilkan digital dividend selebar 112 MHz pada frekuensi 700 MHz yang dapat dimanfaatkan untuk lapangan pekerjaan baru, pertumbuhan PDB, peningkatan PNBP, dan kegiatan usaha baru.

Ketiga, deregulasi peraturan agar kegiatan dalam ekonomi digital berjalan efisien. Untuk tahun 2020, Kemkominfo bersama Komisi I DPR RI akan menyusun dua legislasi primer, yaitu Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran dan RUU Perlindungan Data Pribadi.

Terakhir, pengembangan kapasitas SDM dalam menghadapi kemajuan teknologi dan revolusi industri 4.0.

Untuk mendukung hal strategis tersebut, perlu kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai stakeholder. Dengan diadakannya konvensi nasional pos dan informatika diharapkan bermanfaat dan menjadi bahan pengambilan kebijakan oleh pemerintah.

Baca juga: OnePlus 8 Pro Bakal Usung Fitur Quad Camera?

“Konvensi Nasional Pos dan Informatika ini bertujuan sebagai forum diskusi bagi pemerintah dan industri. Seluruh gagasan, pemikiran, dan hasil diskusi yang dihasilkan dari konvensi nasional pos dan informatika diharapkan bermanfaat sebagai bahan pengambilan kebijakan oleh Pemerintah dalam pengaturan dan pembinaan industri serta menjadi bahan pemetaan arah dan orientasi bisnis yang terjadi di industri,” ujar Direktur Jenderal PPI Prof. Ahmad M. Ramli.

Konvensi Nasional Pos dan Informatika menghadirkan berbagai narasumber dari sektor pos dan informatika, antara lain: Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini, Presiden Bukalapak M. Fajrin Rasyid, Bupati Bojonegoro Periode 2010-2018 Suyoto, serta Presiden Direktur JNE M. Feriadi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini