Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Microsoft Dapat Lisensi untuk Jual Perangkat Lunak ke Huawei

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 16:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 24 207 2133830 microsoft-dapat-lisensi-untuk-jual-perangkat-lunak-ke-huawei-WTyzaeEi4M.jpg Ilustrasi Huawei (Foto: The Verge)

JAKARTA- Microsoft telah diberikan lisensi untuk menjual perangkat lunak ke Huawei. Sebelumnya Huawei masuk dalam daftar entitas Pemerintah Amerika Serikat. Sehingga perusahaan China tersebut tidak diperbolehkan bekerja sama dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat. Namun setelah menunggu waktu, Huawei kini bisa bekerja sama dengan Microsoft.

"Pada 20 November, Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengabulkan permintaan Microsoft untuk lisensi untuk mengekspor perangkat lunak pasar massal ke Huawei. Kami menghargai tindakan departemen dalam menanggapi permintaan kami," kata juru bicara Microsoft seperti dilansir dari laman The Verge, Minggu (24/11/2019).

Sayangnya masih belum jelas apa yang dimaksud dengan pasar massal. Microsoft akan menjual lisensi Windows dan Office ke Huawei. Kemungkinan Microsoft setidaknya dapat menjual lisensi Windows ke Huawei sekali lagi, yang akan membantu dengan solusi server Huawei dan laptop yang didukung Windows.

 Microsoft Dapat Lisensi untuk Jual Perangkat Lunak ke Huawei

Baca Juga: Kapan Ponsel 5G Murah Siap Hadir di Pasar?

Sebelumnya, Huawei terpaksa menunda peluncuran laptop baru yang ditenagai Windows yang akan diluncurkan di CES Asia awal tahun ini. Microsoft juga secara singkat menghentikan penjualan laptop MateBook X Pro Huawei di toko-tokonya, sebelum kembali untuk menjual inventaris laptop Huawei yang ada.

Lebih penting lagi bagi Microsoft, kemampuan untuk menjual lisensi lagi akan menjadi kunci bagi kerja perusahaan dengan Huawei di Azure. Microsoft dan Huawei sama-sama mengoperasikan solusi cloud hybrid untuk Microsoft Azure stack, menggunakan server Huawei yang bersertifikat Microsoft.

Rencana Huawei pada Azure dan laptopnya masih bisa diperumit oleh larangan yang mempengaruhi komponen dari perusahaan yang berbasis di Amerika seperti Intel.

Baca Juga: Teleskop Hubble Amati Ledakan Sinar Paling Kuat di Alam Semesta 'Gamma'

Baca Juga: Gus Dur Hadir di Disrupto 2019

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini