Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditemukan 6.895 Akun Terkait Pelanggaran UU ITE dari 2017-2019

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 27 207 2135212 ditemukan-6-895-akun-terkait-pelanggaran-uu-ite-dari-2017-2019-kdOjZUnTJ8.jpg (Foto: The Irish Times)

JAKARTA - Executive Director Safenet, Damar Juniarto mengungkapkan bahwa ada ribuan kasus pelanggaran UU ITE dari tahun 2017 hingga 2019. Hal tersebut diungkapkannya dalam Podcast Swara Mayantara dengan bahasan 'Urgensi Mendesak Revisi Lagi UU ITE'.

Menurut Damar dari data yang disajikan oleh Direktorat Tindak Pidana Cyber Mabes Polri terdapat 6.895 akun yang diselidiki dari 2017-2019.

"Ada total 6.895 akun yang dirinci sebagai berikut, yakni pada 2017 terdapat 1.338 akun, 2018 ada 2.552, dan pada 2019 terdapat 3.005 kasus. Akun-akun tersebut diselidiki dan ditengarai melakukan tindak pidana cyber menurut hukum cyber kita," kata Damar dalam Podcast 'Urgensi Mendesak Revisi Lagi UU ITE'.

Lebih lanjut, Damar juga melanjutkan bahwa jika diteliti lebih dalam, maka terlihat bahwa dalam kasus-kasus tersebut paling banyak merupakan kasus penghinaan tokoh penguasa dan badan umum.

"Jumlahnya sangat luar biasa dan menonjol di 2017 terdapat 600 lebih kasus, kemudian pada 2018 ada 1000 lebih, 800 kasus terjadi pada 2019. Ini menunjukan bahwa ini menjadi angka tertinggi dari tindak pidana cyber yang ada di Indonesia," lanjut Damar.

 Ada ribuan kasus pelanggaran UU ITE dari tahun 2017 hingga 2019.

Baca juga: Samsung Galaxy S11 Hadir dengan Fitur Kamera 100x Zoom?

Lebih lanjut, pada peringkat kedua kasus pelanggaran UU ITE terbanyak yakni kasus tentang ujaran kebencian. Damar mengungkap ada 400 lebih kasus pada 2017, kemudian 200 kasus pada 2018, dan 100 kasus pada 2019.

"Disusul lagi dengan, pada 2019 juga terdapat sejumlah akun diselidiki karena telah melakukan tindak pidana radikal. Terdapat 150 kasus di 2018, dan hampir 200 kasus di 2019," lanjut dia.

Damar melanjutkan bahwa kasus pidana terkait pemalsuan dokumen, penipuan online, prostitusi online, perjudian yang tidak terlalu menonjol.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini