Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Nuklir untuk Hasilkan Varietas Unggul

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 16:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 56 2137005 teknologi-nuklir-untuk-hasilkan-varietas-unggul-MVBxOq7AYg.jpg Ilustrasi Padi (Foto: New Food Magazine)

KLATEN- Teknologi nuklir selama ini dimanfaatkan di Indonesia untuk bidang pertanian yakni menciptakan varietas padi yang unggul. Menurut Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR BATAN), Totti Tjiptosumirat saat ini pihaknya telah menghasilkan 22 varietas unggul.

Hal tersebut juga turut membantu ketahanan pangan nasional. Meskipun demikian dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya mengalami beberapa kesulitan untuk mendorong varietas padi yang unggul, terutama dalam masalah sosialisai.

“BATAN sudah menghasilkan 22 varietas, tapi kita lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) punya keterbatasan juga untuk sosialisasi. Tapi kalau kita kembangkan vatiates lokal itu sudah punya kebanggaan dari daerahnya, jadi ketika kita kembangkan mereka akan menanam lagi dengan sendiri jadi tidak perlu sosialisasi. Targetnya seperti itu memudahkan sosialisasi. Otomatis untuk katahanan pangan nasional,” kata Totti.

Totti juga mengungkapkan bahwa pihaknya memilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas Rojolele di Klaten karena memang sudah dikenal dan menciptakan varietas unggu bari yakni Rojolele Srinak Srinuk.

Teknologi Nuklir untuk Hasilkan Varietas Unggul

Baca Juga: Sindir Apple di Twitter, Huawei Ngaku Dibajak

“Klaten memiliki padi jenis rojolele. Itu menghasilkan sekitar 5-6 ton per hektar, tinggi 160-170 cm. Kami kerjasama dengan Klaten untuk meningkatkan varietas ini sehingga dihasilkan 2 bulan yang lalu sertifikanya ada Rojolele srinak dan srinuk itu menghasilkan 10 ton per hektar kemudian tingginya berkurang 60cm jadi tahan rebah. Kalau tinggi itu rentan terhadap angin. Rentan hama juga pasti,” kata Tooti.

Tidak hanya sampai disitu, Totti juga mengungkapkan bahwa BATAN telah mengembangkan teknologi pemilihan ternak secara komunal.

“Itu teknologi yang dikembangkan BATAN, sehingga nanti diharapkan pertanian secara terpadu antara pertanian dan peternakan, itu yang kami persiapkan. Selama ini petani tidak menjual ternak dalam bentuk usaha untuk memenuhi daging secara nasional, cuma karena kebutuhan uang mereka jual ternaknya. Kalau pemilihan ternak secara komunal itu tergabung beberapa kelompok tani, sehingga nanti jelas programnya sebagai pemenuhan daging secara nasional,” kata Tootti.

Dia melanjutkan bahwa pemilihan ternak komunal ini bisa bersama meminta anggaran bersama kepada bank yang ada. Serta memanfaatkan limbah pupuk secara komunal.

Baca Juga: Studi Baru Menunjukan Cara Buka Kunci Ponsel Ungkap Usia Seseorang

Baca Juga: Prancis Tawarkan Kerjasama untuk Tingkatkan Penyiaran Digital

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini