Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TikTok Digugat di AS, Dituduh Curi Data Pengguna Secara Ilegal

Muhammad Ferdiansyah, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 10:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 03 207 2137515 tiktok-digugat-di-as-dituduh-curi-data-pengguna-secara-ilegal-IN2mz1o01L.jpg (Foto: Business Insider)

JAKARTA - TikTok, aplikasi mobile yang bisa diunduh di Android diam-diam memanen sejumlah besar data pengguna secara ilegal. Data pribadi pengguna ini kabarnya dikirim ke China, menurut gugatan yang diajukan ke pengadilan federal California pekan lalu, seperti dikutip Cnet.

Gugatan itu juga menuduh perusahaan dan perusahaan induk China ByteDance mengambil konten pengguna seperti draft video tanpa persetujuan pengguna. Gugatan tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan privasi yang "ambigu".

Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa data yang dikumpulkan oleh TikTok dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengetahui profil seseorang, dan melacak pengguna di AS. Menurut gugatan tersebut, perusahaan mendapatkan keuntungan dari aktivitas ini karena menggunakan data pengguna untuk menjual iklan yang ditargetkan.

"Kesenangan ringan TikTok datang dengan biaya yang besar," menurut gugatan yang diajukan pada Jumat.

Tuduhan terhadap aplikasi video pendek yang sedang populer ini adalah contoh kekhawatiran keamanan aplikasi TikTok, yang telah melampaui 1,5 miliar unduhan di seluruh dunia pada November. Pemerintah AS juga dilaporkan sedang mencari risiko keamanan dalam aplikasi ini.

 TikTok, aplikasi mobile yang bisa diunduh di Android diam-diam memanen sejumlah besar data pengguna secara ilegal.

Baca juga: Lei Jun Tak Lagi Menjabat Posisi Presiden Xiaomi

Misty Hong, seorang mahasiswa dan warga Palo Alto, California, menuntut ByteDance, TikTok dan Musical.ly, aplikasi lip-sync yang diganti namanya menjadi TikTok, karena diduga melanggar undang-undang penipuan komputer federal, hak Konstitusi California untuk privasi dan hukum lainnya.

Menurut gugatan itu, video TikTok sering menyertakan gambar wajah orang dari dekat, memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data biometrik pada penggunanya.

Setelah pengguna merekam video dan mengklik tombol "selanjutnya", video tersebut ditransfer ke berbagai domain tanpa sepengetahuan pengguna. Ini terjadi bahkan sebelum pengguna menyimpan atau mem-posting video di aplikasi.

Menurut gugatan itu, TikTok sedang mengumpulkan sekumpulan data tentang penggunanya, termasuk kontak telepon dan jejaring sosial mereka, alamat email, alamat IP, lokasi, dan informasi lainnya. Perusahaan tersebut diduga menggunakan taktik yang berbeda untuk menyembunyikan bahwa mereka mentransfer data pengguna. Bahkan ketika pengguna menutup aplikasi, perusahaan masih memanen data biometrik dari pengguna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini