Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaatkan Nuklir, Hasil Litbang BATAN Ciptakan Varietas Padi Unggulan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 03 56 2137509 manfaatkan-nuklir-hasil-litbang-batan-ciptakan-varietas-padi-unggulan-hNKKQV637f.JPG (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) bersama mitranya yang tergabung dalam pengembangan Science Techno Park (STP) dan Agro Techno Park (ATP) menggelar pertemuan bersama untuk membahas capaian dan evaluasi kegiatannya selama tahun 2015 hingga 2019.

Melalui keterangan resmi Batan.go.id, dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kabupaten Klaten selama 2 hari mulai 2 Desember 2019 dibahas capaian hasil dan evaluasi kegiatan selama 5 tahun terakhir dari Nasional STP (PAIR) dan ketiga ATP yakni, ATP Musi Rawas, ATP Polewali Mandar, dan ATP Klaten.

Kepala PAIR Totti Tjiptosumirat dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ATP yang awalnya merupakan kegiatan hilirisasi hasil litbang BATAN, di akhir tahun 2019 ini sudah terlihat capaian yang cukup signifikan dari masing-masing STP maupun ATP.

“Di antaranya seperti di ATP Klaten kita sudah memiliki varietas baru padi Rojolele yang sudah tersertifikasi dengan nama baru Srinar dan Srinuk, kemudian di ATP Polewali Mandar kita sudah memiliki 15 Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi atau PPTB, dan yang segera menyusul dalam waktu dekat dari ATP Musi Rawas diharapkan pelepasan varietas baru padi Dayang Rindu,” ujarnya.

Totti mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan BATAN dalam penerapan teknologi nuklir hasil litbangnya ke daerah-daerah di Indonesia, pada awalnya dilakukan melalui kerja sama antara BATAN dengan pemerintah daerah.

Hasil litbang BATAN berhasil ciptakan varietas padi unggulan.

Baca juga: BATAN Laporkan Capaian Pengelolaan ATP dan STP Melalui Sarasehan

“Yaitu dimulai dengan kerjasama dalam kegiatan inkubasi teknologi, penerapan teknologi yang dimiliki BATAN, dan kemudian diadopsi menjadi kegiatan STP - ATP, sesuai program pemerintah saat itu,” tuturnya.

“Selanjutnya melalui BATAN, dengan anggaran APBN dilakukan pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya yang memang diperlukan untuk kegiatan ATP di masing-masing daerah,” katanya.

Dalam kesempatan ini Deputi Bidang Sains dan Teknolgi Nuklir (SATN) BATAN Efrizon Umar dalam sambutannya menyampaikan perlunya dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan ATP selama 5 tahun ini, sehingga bisa diketahui seberapa jauh hasil teknologi BATAN bisa ditransfer ke masing-masing ATP.

“Evaluasi tuntas akan dapat dijadikan pijakan untuk perencanaan kegiatan 5 tahun ke depan,” kata Efrizon.

“Masih banyak teknologi tepat guna hasil litbang BATAN di luar bidang pertanian dan peternakan, seperti di bidang kesehatan maupun industri yang bisa diterapkan dan direkomendasikan untuk tiap-tiap daerah ATP,” lanjutnya.

Deputi SATN Efrizon menekankan perlunya kerja sama antara BATAN dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan STP dan ATP.

“ Saya yakin dengan bekerjasama semua bisa kita lakukan. Karena sekarang ini bukan saatnya bagi ke tiga ATP ini untuk berkompetisi, tapi justru yang lebih penting kita harus berkolaborasi, dengan berkolaborasi kita bisa maju,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini