Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Bakal Terapkan Sistem Pemindai Wajah untuk Registrasi Nomer Ponsel

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 20:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 07 207 2139212 indonesia-bakal-terapkan-sistem-pemindai-wajah-untuk-registrasi-nomer-ponsel-7H78shCZMJ.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan menerapkan sistem pemindai wajah untuk registrasi nomer seluler. Menurut Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Bidang Hukum, I Ketut Prihadi rencana inti untuk menyempurnakan peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika terkait registrasi pelanggan jasa telekomunikasi, khususnya registrasi pelanggan prabayar.

"Pertimbangan dari penyempurnaan peraturan menteri ini adalah penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib mengetahui secara pasti siapa pelanggannya," kata Ketut kepada Okezone, Sabtu (7/12/2019).

Nantinya, lanjut Ketut sistem tersebut menggunakan konsep Know Your Customer (KYC). Prinsip KYC yang dapat diterapkan oleh para operator seluler, menurut Ketut adalah mekanisme registrasi prabayar diserahkan sepenuhnya kepada operator seluler

"Dengan catatan operator wajib mengetahui siapa pelanggannya sehingga operator bertanggung jawab penuh terhadap validitas pelanggannya," lanjut Ketut.

 Indonesia Bakal Terapkan Sistem Pemindai Wajah untuk Registrasi Nomer Ponsel

Baca Juga: Menkominfo: Facebook dan Google Bangun Data Center di Indonesia

Lebih lanjut, dengan sistem ini nantinya operator dapat menerapkan mekanisme registrasi prabayar antara lain registrasi pelanggan dilakukan di gerai operator (face to face), atau registrasi dilakukan dengan cara lain tanpa harus datang ke gerai yang menurut operator paling baik untuk mengetahui siapa pelanggannya, misalnya dengan face recognition technology, finger print technology, atau artificial intelligence technology lain.

"Dengan catatan operator bertanggung jawab penuh terhadap validitas pelanggannya. Jadi, tidak terbatas pada face recognition, dan dengan cara ini, diharapkan tidak akan terjadi lagi penyalahgunaan data orang lain untuk melakukan registrasi pelanggan prabayar. Lalu, ketentuan bahwa satu identitas kependudukan hanya dapat digunakan maksimal untuk 3 nomor pelanggan per operator seluler juga tetap masih diberlakukan," jelas Ketut

Ketut juga menambahkan bahwa pihaknya akan berdiskusi langsung dengan para operator seluler untuk membahas hal tersebut, setelah rapat internal minggu depan.

Baca Juga: Review Realme 5S, Raja Baru Smartphone Rp 2 Jutaan

Baca Juga: Opera untuk Android Rancang Ulang Mode Gelap

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini