Ternyata, Otak Einstein Sama dengan Orang pada Umumnya

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 56 2139619 ternyata-otak-einstein-sama-dengan-orang-pada-umumnya-6kjDqdGM4z.jpg Para penonton Film 3D tentang Otak di FK UPH. Foto : Dok.UPH

Kurangnya pengetahuan tentang fungsi otak membuat masyarakat awam kurang peduli terhadap kesehatan otak. Menurut Prof. Dr.Dr.dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.Bs., Ph.D., Dokter dan Guru Besar Fakultas Kedokteran UPH dengan spesialisasi bedah saraf, otak merupakan salah satu organ yang paling vital dalam tubuh yang berfungsi untuk mengontrol seluruh pergerakan manusia.

Otak memiliki bobot sebesar 1,5 kilogram dan tersusun atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak yang terdiri dari ratusan juta neuron ini akan bergandengan membentuk sinaps. Sinaps ini bisa berkembang dan bertambah jumlahnya ketika kita selalu menggunakan otak kita dengan maksimal.

“Salah satu contohnya adalah otak Albert Einstein yang dipajang di Museum Mutter, Pennsylvania, Amerika Serikat. Sebenarnya Albert Einstein memiliki otak yang sama dengan kita, tetapi Einstein menggunakannya dengan maksimal selama hidupnya, sehingga sinapsnya terus berkembang dan menjadikannya sebagai salah satu orang paling pintar,” jelas Prof. Eka.

Demikian disampaikan Prof. Eka dalam seminar 3D Brain Education bertajuk “The Amazing Human Brain and The Potential Catastrope” pada 30 November 2019, di Studio Cinemaxx, Lippo Village Karawaci, Tangerang.

Seminar ini diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran UPH dan Siloam Hospitals yang dikemas dengan cara unik dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, orangtua, dan masyarakat umum lainnya dijelaskan secara detail kehebatan otak manusia dan berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu fungsi otak, serta bagaimana cara tim dokter spesialis menanganginya.

Selain memberi edukasi tentang bagaimana otak manusia bekerja, dalam film ini juga digambarkan bagaimana mengantisipasi gangguan akibat penyakit-penyakit pada otak.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan kesehatan otak meningkat. Eka bahkan menyebutkan beragam penyakit yang menyerang otak manusia terbagi menjadi empat kategori yaitu, curable (tumor), avoidable (stroke), controllable (tumor kecil), dan un-curable (kanker).

“Saat ini sudah banyak rumah sakit dan dokter spesialis Indonesia yang mampu menangani penyakit yang menyerang otak. Oleh karena itu, sekarang kita tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan pengobatan karena dokter Indonesia sudah memiliki kompetensi yang baik dan didukung dengan teknologi yang mumpuni”, ungkapnya.

Di akhir paparannya, Eka juga berpesan kepada para peserta untuk melakukan check-up otak sejak dini. Karena dengan melakukan check-up, dapat diidentifikasi penyakit atau pun kelainan yang terdapat di dalam otak, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini