Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang, China Bakal Hilangkan Ketergantungan Teknologi Asing

Muhammad Ferdiansyah, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 10 207 2140289 perang-dagang-china-bakal-hilangkan-ketergantungan-teknologi-asing-XhVJuwRDM1.jpeg (Foto: Telegraph)

JAKARTA - China telah memerintahkan agar perangkat lunak dan perangkat keras komputer yang berasal dari perusahaan asing dihapus dari kantor pemerintah dan publik dalam waktu tiga tahun. Ini merupakan arahan publik pertama dari Beijing yang bertujuan untuk membatasi ketergantungan China pada teknologi barat.

Dilansir dari Telegraph, Selasa (10/12/2019), arahan yang dikeluarkan oleh kantor pusat partai Komunis China yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, akan memberikan pukulan bagi perusahaan teknologi Amerika seperti HP, Dell, dan Microsoft.

Larangan itu merupakan balasan atas larangan keras yang dilakukan Donald Trump terhadap penggunaan teknologi China di AS. Ini terjadi karena perang dagang sengit antara kedua negara yang terus meningkat.

Menurut laporan itu, kebijakan untuk mengganti sekira 20-30 juta perangkat keras tersebut akan dimulai pada 2020. China akan membangun sistem operasinya sendiri untuk menggantikan Microsoft Windows atau iOS pada 2013, dengan bantuan perusahaan Inggris, Canonical.

 China memerintahkan agar perangkat lunak dan perangkat keras komputer yang berasal dari perusahaan asing dihapus dari kantor pemerintah.

Baca juga: Google Maps Dukung Mode Incognito di Versi iOS

Canonical didirikan oleh pengusaha Afrika Selatan, Mark Shuttleworth untuk memasarkan dukungan komersial dan layanan terkait Ubuntu, sistem operasi berbasis Linux yang bersifat open-source dan tidak dimiliki oleh perorangan atau perusahaan.

Canonical memberikan dukungan teknis untuk membangun sistem operasi open-source Ubuntu bernama Kylin di China, atas permintaan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Awal 2019, pemerintah AS melarang perusahaan Amerika melakukan bisnis dengan perusahaan telekomunikasi China, Huawei. Oleh karena itu, Google, Intel, dan Qualcomm berhenti bekerjasama dengan Huawei.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan bahwa masa depan perusahaan teknologi China di Inggris akan tetap berada di jalur yang semestinya. Itu terjadi setelah China bersumpah untuk tidak melibatkan Huawei dalam jaringan 5G mendatang karena itu dapat menimbulkan masalah dengan sekutu keamanan Inggris seperti AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini