BATAN Hilirisasi Hasil Litbang untuk Kegiatan 5 Tahun ke Depan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 56 2140588 batan-hilirisasi-hasil-litbang-untuk-kegiatan-5-tahun-ke-depan-oFR4u3MSxr.jpg BATAN (Foto: Okezone)

SERPONG - Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyampaikan program BATAN kurun waktu 2020 - 2024 pada acara internalisasi rencana strategis (Renstra) BATAN kepada seluruh pegawai di Gedung Graha Widya Bhakti, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Selasa (10/12). Selama 5 tahun mendatang kegiatan BATAN akan menitikberatkan pada upaya hilirisasi hasil litbang iptek nuklir.

"Renstra yang berisi perencanaan program dan kegiatan beserta target dirancang sehingga program dan kegiatan Batan berkesinambungan. Untuk tahun 2020-2024 fokus kegiatan akan lebih banyak pada upaya hilirisasi dan komersialisasi produk litbang," ujar Anhar melalui keterangan yang diterima Okezone.

Saat ini BATAN berusia 61 tahun, tepatnya pada 5 Desember 2019. Di usia ke-61 ini, menurut Anhar, BATAN telah menunjukkan karyanya dengan mengahasilkan berbagai produk litbang di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan.

Menurutnya, salah satu tonggak penting dalam perjalanan sejarah BATAN selama 61 tahun ini, adalah terbangunnya 3 reaktor riset, yakni reaktor Triga Bandung, reaktor Kartini di Yogyakarta dan Reaktor Serba Guna GA Siwabessy di Serpong.

 Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan program BATAN kurun waktu 2020 - 2024.

Baca juga: WhatsApp Tak Dapat Digunakan di Ponsel Lawas, Mulai Kapan?

"Selain itu litbang iptek nuklir BATAN telah menghasilkan puluhan varietas unggul tanaman pangan, padi, kedelai, kacang tanah, sorgum dan lainnya. Capaian lain di bidang kesehatan, BATAN telah menghasilkan beberapa produk radioisotop dan radiofarmaka yang telah memperoleh izin edar dan dipergunakan di berbagai rumah sakit," tambahnya.

Dengan tiga reaktor yang dimiliki, Anhar mengaku, Indonesia, mempunyai potensi yang besar untuk memproduksi radioisotop yang sangat diperlukan di bidang kesehatan. Potensi ini akan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap radioisotop impor.

"Kita sekarang baru bisa subsitusi produk radioisotop sebesar 6% dari produk impor, kita harus bisa membalikkan, 5 tahun kedepan, 96% harus diproduksi dari dalam negeri," ujarnya.

Untuk itulah, Anhar mengaku, perlu meningkatkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan khususnya yang terkait dengan produksi radioisotop dan radiofarmaka. Sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan radioisotop baik di dalam negeri dan mampu berkontribusi di tingkat regional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini