Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ESA Bakal Kirim Robot Pembersih Sampah Luar Angkasa

Muhammad Ferdiansyah, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 06:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 56 2140606 esa-bakal-kirim-robot-pembersih-sampah-luar-angkasa-WcITSgEoW8.jpg (Foto: Digital Trends)

JAKARTA - Pada 2025, ESA berencana meluncurkan pengumpul sampah pertama di dunia yang mengorbit di luar angkasa. Pengumpul sampah tersebut berupa robot dengan empat tangan yang melacak sampah di luar angkasa.

Dilansir dari Sciencealert, ada lebih dari 500.000 sampah yang melayang di luar angkasa. Jika sampah tersebut tidak segera dibersihkan, maka risiko tabrakan antara pesawat luar angkasa yang terbang dengan sampah tersebut akan semakin besar.

"Bayangkan betapa berbahayanya berlayar di laut lepas jika semua kapal yang hilang masih berada di atas air. Itulah situasi saat ini di orbit dan itu tidak bisa dibiarkan berlanjut," kata Jan Wörner, Direktur Jenderal European Space Agency (ESA).

Misi pertama robot ini dinamakan ClearSpace-1. Misi dimulai dengan hanya mengambil sepotong sampah dari luar angkasa untuk membuktikan konsep kerja robot tersebut.

Potongan sampah ini beratnya kira-kira sama dengan satelit kecil dan memiliki bentuk sederhana yang membuatnya mudah untuk digenggam dengan empat lengan robot. Setelah aman di lengan robot, sampah akan dibawa keluar dari orbit dan dibiarkan terbakar di atmosfer.

 Pada 2025, ESA berencana meluncurkan pengumpul sampah pertama di dunia yang mengorbit di luar angkasa.

Baca juga: NASA Kirim Pesawat Luar Angkasa Tabrak Matahari, Ini Hasil Temuannya

Sayangnya dengan membawa sampah tersebut, robot juga akan hancur terbakar di atmosfer. Akan tetapi, di masa depan, ESA berharap dapat menciptakan cara yang aman bagi robot untuk menmbersihkan sampah di luar angkasa.

"Masalah puing-puing satelit di luar angkasa lebih mengkhawatirkan dari sebelumnya. Hari ini kami memiliki hampir 2.000 satelit hidup di ruang angkasa dan ada lebih dari 3.000 satelit gagal yang menjadi sampah," kata Luc Piguet, CEO ClearSpace.

Tidak sedikit biaya yang diperlukan demi menjalankan misi ini. Misi ClearSpace akan menelan biaya 117 juta euro atau sekira Rp1,8 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini