Penerapan Teknologi 5G Masih Tersendat Frekuensi, Ini Kata Pengamat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 54 2141054 penerapan-teknologi-5g-masih-tersendat-frekuensi-ini-kata-pengamat-OO9koqw4Zh.jpg (Foto: TechSpot)

Seperti polemik yang sama, gelaran 5G juga tersendat dengan pemilihan frekuensi. Ada beberapa frekuensi yang potensial yakni 3,5Ghz, 26GHz, dan 28GHz. Sayangnya untuk 3,5 GHz masih digunakan oleh satelit.

Sementara untuk 26GHz dan 28GHz jangkauan areanya kecil, sehingga hanya bisa digunakan untuk skala kecil seperti industri manufaktur dan IoT. Heru pun mengungkapkan bahwa untuk mengadopsi 5G juga harus memperhatikan frekuensi yang digunakan di negara lain.

"Untuk 5G itu frekuensi yang utama (secara global) itu 3,5Ghz dan 2,5Ghz untuk yang bersifat mobile. Tapi kondisinya 3,5 dipakai satelit telkom, 2,5 dipakai televisi langganan. Sementara 700Mhz masih belum clear. Harus ada upaya untuk memilih salah satu frekunsi ini untuk menjadi frekuensi utama 5G," kata Heru.

Untuk diketahui, teknologi 5G dikabarkan mampu mendukung internet cepat bahkan mencapai 10 kali lipat 4G. Tidak hanya itu karena mendukung latensi rendah, teknologi ini mampu mendukung adanya teknologi baru seperti IoT, Augmented Reality, Virtual Reality, mesin tanpa awak, eSports, smart city, dan masih banyak lagi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini