Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video Streaming hingga Esports Meningkat, Kebutuhan 5G Tumbuh di Kota Besar

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 54 2141613 video-streaming-hingga-esports-meningkat-kebutuhan-5g-tumbuh-di-kota-besar-fGh1nToB51.jpg Ilustrasi esports (Foto: Bit Rebels)

LABUAN BAJO - Pengamat Telekomunikasi dan Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengungkapkan bahwa kebutuhan akan internet cepat atau 5G sekarang ini sudah mulai tumbuh di wilayah terutama kota besar.

Hal tersebut lantaran semakin meningkatnya penggunaan ponsel, selain itu teknologi baru yang hadir juga membutuhkan jaringan internet cepat.

"Ada layanan-layanan baru yang selama ini diberikan misalnya membutuhkan kecepatan yang tinggi, latensi yang rendah, seperti apa seperti konten video streaming kemudian gaming termasuk juga esport yang sedang ramai, pemanfaatan maps," kata Heru disela-sela acara Kumpul Media Huawei di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/12/2019).

Heru menyebutkan bahwa untuk menghadirkan jaringan 5G bukan persoalan yang mudah, meskipun demikian Indonesia jangan sampai terlambat.

"Sambil masih menunggu teknologinya matang, kita juga harus melakukan sesuatu. Jangan sampai teknologinya matang kita baru mulai. Selama ini juga kan seperti itu, jadi 3G pun kita sudah mulai 2006 walau kebutuhan masyarakat mulai ada di 2008, karena butuh dua tahun. 4G juga seperti itu, jadi artinya bahwa persiapan-persiapan itu harus dilakukan. Diskusi dengan stakeholder di mana frekuensi yang pas, lalu standarnya seperti apa, kemudian lokal konten akan seperti apa. Itu juga kan tidak sebentar," jelas Heru.

 Kebutuhan akan internet cepat atau 5G sekarang ini sudah mulai tumbuh di wilayah terutama kota besar.

Baca juga: Samsung Galaxy Fold Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Heru juga mengakui bahwa pemerintah saat ini tengah kesulitan untuk menentukan frekuensi mana yang pas untuk masuknya jaringan 5G.

"Pemilihan frekuensi itu yang harus segera, tapi kita juga paham bahwa pemerintah kesulitan juga sebenarnya, karena 3,5GHz masih dipakai, dan 2,5GHz ada yang dialokasikan satelit Indostar, dan 700Mhz juga untuk digitaliasasi belum jalan," kata dia.

Heru mengungkapkan bahwa solusi untuk hal tersebut yakni pemerintah harus menentukan apakah frekuensi 2,5GHz akan diperpanjang atau tidak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini