Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SpaceX Luncurkan Satelit Kacific 100 Sediakan Internet di Daerah Terpencil

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 18:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 17 56 2143088 spacex-luncurkan-satelit-kacific-100-sediakan-internet-di-daerah-terpencil-ogSXhPDfxl.jpg Space X (Foto: ZDnet)

JAKARTA- SpaceX berhasil meluncurkan satelit Kacific 100 Mbps. Satelit tersebut akan menyediakan layanan seluler dan konektivitas broadband ke daerah-daerah tepencil di 25 negara kawasan Asia Pasifik.

Dilansir dari laman ZDnet, Selasa (17/12/2019) negara-negara tersebut diantaranya yakni Samoa Amerika, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kepulauan Cook, Timor Timur, Negara Federasi Mikronesia, Fiji, Polinesia Prancis, Guam, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Niue , Kepulauan Mariana Utara, Papua Nugini, Filipina, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu.

Satelit Kacific 100 memiliki dua muatan yang disebut Kacific1 dan JCSAT-18. Satelit diluncurkan menggunakan roket Falcon9 pada pukul 19.00 waktu setempat dari Cape Canaveral, Florida. Produksi satelit oleh Boeing ini telah dimulai pada 2017. Satelit ini didasarkan pada 702 satelit Boeing dari produsen aerospace.

SpaceX Luncurkan Satelit Kacific 100 Sediakan Internet di Daerah Terpencil

Baca Juga: Instagram Luncurkan Fitur Baru Cegah Caption Negatif

"Rentang layanan Kacific1, dari mobile backhaul ke internet broadband melalui terminal VSAT, akan memberikan katalisator untuk perubahan positif di negara-negara yang akan dilayaninya. Saya senang mulai melihat dampak sosial dan ekonomi Kacific1," kata Christian Patouraux, pendiri dan CEO Kacific.

Menurut Kacific, peluncuran Kacific1 bertujuan untuk menyediakan konektivitas bagi populasi yang sebelumnya tidak terlayani atau kurang terlayani dengan broadband berkecepatan tinggi yang terjangkau untuk layanan kesehatan, pendidikan, layanan pemerintah, bisnis, dan bantuan bencana.

Layanan satelit akan diluncurkan pada awal tahun depan setelah serangkaian manuver dan pengujian in-orbit yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar enam minggu.

Baca Juga: Samsung Galaxy Watch Active 2 Bawa Peningkatan Layar Lebih Besar

Baca Juga: Ini 5 Ponsel Flagship yang Meluncur di Indonesia pada 2019

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini