Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satelit Internet yang Diluncurkan SpaceX Cakup Wilayah Indonesia

Muhammad Ferdiansyah, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 18 56 2143496 satelit-internet-yang-diluncurkan-spacex-cakup-wilayah-indonesia-Ebd9G5hEH5.jpg (Foto: SpaceX)

JAKARTA - SpaceX telah meluncurkan satelit komunikasi untuk Kasific Broadband Satellites dan SKY Perfect JSAT Corporation, pada Senin (16/12/2019). Satelit akan digunakan untuk menyediakan layanan seluler dan broadband dengan kecepatan hingga 100Mbps di wilayah Asia-Pasifik, seperti dikutip Zdnet.

Satelit tersebut memiliki dua muatan, yaitu Kacific1 dan JCSAT-18. Satelit diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari Pangkalan Udara Cape Canaveral, AS. Kacific akan menyediakan layanan broadband, melalui proyeksi 56 sinar titik tinggi, ke 25 negara di seluruh Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik.

"Rentang layanan Kacific1, dari pengalur jaringan ke internet broadband melalui terminal VSAT, akan membawa perubahan positif di negara-negara yang akan dilayaninya. Saya senang melihat dampak ekonomi dan sosial karena Kacific1," kata Christian Patouraux, CEO Kacific.

Satelit itu akan menyediakan layanan untuk daerah-daerah terpencil di Samoa Amerika, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kepulauan Cook, Timor Timur, Negara Federasi Mikronesia, Fiji, Polinesia Prancis, Guam, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Niue , Kepulauan Mariana Utara, Papua Nugini, Filipina, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu.

Kacific1 akan mencakup Indonesia, Filipina, Timor-Leste, dan Asia Selatan dengan 28 titik sinar, sedangkan Kepulauan Pasifik dan Selandia Baru akan ditutup dengan 28 sinar selanjutnya.

 SpaceX telah meluncurkan satelit komunikasi untuk Kasific Broadband Satellites dan SKY Perfect JSAT Corporation.

Baca juga: Ini Wilayah Indonesia yang Dapat Melihat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Peluncuran Kacific1 bertujuan untuk menyediakan konektivitas bagi populasi yang sebelumnya tidak terlayani atau kurang terlayani dengan broadband berkecepatan tinggi yang terjangkau untuk layanan kesehatan, pendidikan, layanan pemerintah, bisnis, dan bantuan bencana.

Juru bicara Kacific mengatakan, layanan satelit akan diluncurkan pada awal 2020 setelah serangkaian manuver dan pengujian di orbit yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar enam Minggu.

Awal Desember 2019, Kacific mengumumkan telah mendapatkan pinjaman senilai USD160 juta untuk mendanai pembangunan muatan Kacific1 dan infrastruktur terkait serta biaya peluncuran.

Sisa muatan dalam satelit Boeing, yang dimiliki oleh SKY Perfect JSAT Corporation, akan menyediakan layanan broadband satelit kepada pelanggannya di wilayah Asia-Pasifik, serta wilayah timur Rusia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini