Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SAFEnet: Tahun Politik di 2019 Ikut Pengaruhi Dunia Digital

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 20 54 2144268 safenet-tahun-politik-di-2019-ikut-pengaruhi-dunia-digital-O7gBC7NvdC.jpg Ilustrasi Internet (Foto: Ist)

JAKARTA- Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto mengungkapkan bahwa tahun-tahun politik belakangan ini ikut mempengaruhi dunia digital. Belum lagi dengan pertumbuhan pengguna Internet mencapai sekitar 171,17 juta atau 64,8% dari total populasi Indonesia, kontrol pemerintah Indonesia atas internet menjadi semakin ketat.

"Sebelum tahun-tahun politik, kontrol ini telah terjadi di situsweb dan media sosial melalui berbagai tindakan memblokir dan menyensor, terutama yang terjadi terhadap lesbian, gay, biseksual, waria, dan interseks (LGBTI) dan kelompok aktivis Papua," kata Damar.

Seperti diketahui, belum lama ini Pemerintah telah melakukan pembatasan media sosial saat terjadi aksi demo pada 21 hingga 22 Mei 2019. Demonstrasi berkaitan dengan penolakan hasil penghitungan suara pemilihan Presiden periode 2019-2024. Pembatasan dilakukan untuk meredam isu-isu hoaks di media sosial.

 SAFEnet: Tahun Politik di 2019 Ikut Pengaruhi Dunia Digital

Baca Juga: Ini Alasan Penjualan Motorola Razr Tertunda

Tidak hanya sampai disitu, Damar mengungkapkan bahwa Pemerintahan telah meretas hak warga atas akses informasi. Adapun, saat terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Pemerintah melakukan pemadaman internet. Padahal, lanjut Damar pengguna internet di Maluku-Papua hanya mencapai 2,49 persen.

"Kesenjangan digital masih menjadi masalah pengguna Internet Indonesia, hampir 72,41 persen berada di daerah perkotaan. Warga di Pulau Jawa terpapar ke Internet 57,70 persen sedangkan yang terendah, Bali-Nusa 5,63 persen dan Maluku-Papua 2,49 persen. Dalam tiga peristiwa yang terjadi pada tahun 2019, pemadaman internet digunakan sebagai cara baru bagi pemerintah untuk mengendalikan informasi, membatasi akses ke informasi dan menyensor internet," pungkas dia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini