Regulasi Perlindungan Data Cegah Praktek Ilegal Penambangan Informasi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 207 2144605 regulasi-perlindungan-data-cegah-praktek-ilegal-penambangan-informasi-Qo9aLDSFTe.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Dengan berkembangnya internet sekarang ini, serangan siber juga semakin meningkat. Perlindungan data menjadi salah satu hak penting bagi pengguna internet.

Menurut Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto praktik pengintaian massal di internet sudah sangat umum terjadi. Hal tersebut dilakukan oleh perusahaan teknologi untuk tujuan ekonomi. Bahkan hal tersebut menurutnya dilakukan oleh raksasa teknologi seperti Google hingga Facebook.

"Google, Apple, Facebook, Amazon dan perusahaan teknologi lainnya menambang data pengguna ini untuk mendapatkan uang," kata Damar berbicara tentang hak digital di Indonesia, Sabtu (21/12/2019).

Selain penambangan informasi untuk tujuan ekonomi, Damar juga menyebutkan bahwa tantangan digital sekarang datang dari tujuan politik. Pasalnya beberapa pegiat politik sekarang ini mulai menggunakan media daring untuk memenangkan pilihan.

 Regulasi Perlindungan Data Cegah Praktek Ilegal Penambangan Informasi

Baca Juga: Alasan Penjualan Motorola Razr Tertunda

"Partai politik, pemerintah, mulai menggunakan metode ini untuk tujuan politik seperti memenangkan pemilihan, mengarusutamakan isu ke publik agar mendapatkan dukungan," kata Damar.

Damar menambahkan bahwa tantangan-tantangan ini perlu ditangani secepatnya, karena Indonesia masih belum memiliki peraturan untuk melindungi privasi data daring dari penambangan data dan pemanfaatan ilegal yang melanggar hak digital.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini