PP IPTEK Gelar Pengamatan Gerhana Matahari Cincin di TMII

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 56 2146303 pp-iptek-gelar-pengamatan-gerhana-matahari-cincin-di-tmii-JGa31QNi64.jpg (Foto: Muhammad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Pusat Peragaan (PP) IPTEK mengadakan pengamatan fenomena alam, Gerhana Matahari Cincin (GMC) di atap gedung PP IPTEK, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Staf Sub Divisi Program Pendidikan PP IPTEK, Sri Wahyu Cahya Ningsih menjelaskan bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun namun hal itu tidak selalu melintasi wilayah yang sama.

Menurutnya, fenomena ini terjadi pada saat matahari, bulan, dan bumi berada pada posisi satu garis lurus. Namun garis ini tidak terjadi setiap saat lantaran orbit bumi mengelilingi matahari tidak satu bidang dengan orbit bulan mengelilingi bumi.

"Melainkan miring 5,1 derajat terhadap ekliptika atau bidang orbit bumi mengelilingi matahari. Karena kemiringan orbit inilah, gerhana matahari hanya terjadi pada momen matahari dekat dengan tirik simpul orbit bulan mengelilingi bumi terhadap ekliptika," kata Sri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/12/2019).

Selain itu kata dia, bulan berada tepat sejajar dengan bumi dan matahari tidak setiap fase selalu terjadi, karena itu gerhana matahari hanya dapat dilihat oleh sebagian wilayah di penjuru dunia.

 Pusat Peragaan (PP) IPTEK mengadakan pengamatan fenomena alam, Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Baca juga: 6 Fakta Gerhana Matahari Cincin yang Perlu Anda Ketahui

Contohnya Gerhana Matahari Total (GMT) yang pernah terjadi pada 9 Maret 2016 yang hanya melintas dan dapat dilihat di Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, Halmahera.

Untuk GMC sendiri sambungnya, terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, namun piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari sehingga piringan matahari tidak tertutup dengan sempurna.

"Hal inilah yang menyebabkan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya," katanya.

 Pusat Peragaan (PP) IPTEK mengadakan pengamatan fenomena alam, Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Sri mengatakan fenomena GMC ini hanya melewati sebagian wilayah Indonesia seperti, Padang Sidempuan, Duri, Batam, Siak, Karimunbesar, Tanjung Batu, Bintan, Tanjung Pinang, Singkawang, Pemangkas dan Sambas.

Sementara wilayah lainnya hanya sebagian atau tidak utuh membentuk cincin, salah satunya di Jakarta. "Di Jakarta piringan matahari mencapai 72 persen dengan puncak gerhana yang terjadi sekitar pukul 12.36 WIB," terangnya.

Sri menambahkan, pengamatan gerhana sendiri tidak disarankan untuk melihat langsung dengan mata telanjang, melainkan diperlukan alat bantu agar bisa melihat fenomena alam tersebut dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini