Serangan Ransomware Meningkat Lebih dari 60 Persen di Seluruh Dunia

Muhammad Ferdiansyah, Jurnalis · Rabu 01 Januari 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 207 2147895 serangan-ransomware-meningkat-lebih-dari-60-persen-di-seluruh-dunia-HcoNwMaGT1.jpg (Foto: Zdnet)

JAKARTA - Kaspersky, perusahaan keamanan cyber telah merilis laporan berjudul "Story of the Year 2019". Dalam laporan tersebut, para peneliti dari Kaspersky membahas tren ransomware yang sedang meningkat, terutama serangan pada lembaga pemerintah.

Dilansir dari Asianage, Kaspersky mengamati bahwa setidaknya ada 174 serangan ransomware ke lembaga pemerintah dengan lebih dari 3.000 bagian organisasi di bawahnya. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi peningkatan 60 persen dari 2018.

Jumlah tebusan uang yang diminta oleh penyerang sangat bervariasi, mulai dari 1 juta dolar AS hingga 5 juta dolar AS atau setara Rp63 miliar. Jenis malware yang digunakan untuk menyerang bervariasi.

Namun, ada tiga nama malware yang paling terkenal menurut Kaspersky, yaitu Ryuk, Purga, dan STOP. RYUK telah muncul sebagai ancaman lebih dari setahun yang lalu.

 Kaspersky, perusahaan keamanan cyber telah merilis laporan berjudul

Baca juga: Aplikasi BMKG Ungkap Malam Tahun Baru Muncul Hujan

Sejak saat itu, RYUK telah aktif di seluruh dunia, baik menyerang sektor publik maupun swasta. Model serangan RYUK biasanya melalui malware backdoor yang disebar dengan cara phishing dengan lampiran berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen keuangan.

Malware Purga telah dikenal sejak 2016, namun baru-baru ini terdapat lembaga pemerintah yang menjadi korban serangan trojan horse ini. Purga juga biasanya dikirim dengan cara phishing.

Terakhir ialah STOP ransomware yang baru muncul setahun lalu. STOP disebar dengan cara menyembunyikannya di dalam installer perangkat lunak.

Ransomware merupakan musuh besar bagi sektor korporasi karena telah mengganggu laju bisnis di seluruh dunia selama beberapa tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini