Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dini Hari, Hujan Meteor Quadrantid Bisa Terlihat di Jawa Barat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 11:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 04 56 2149187 dini-hari-hujan-meteor-quadrantid-bisa-terlihat-di-jawa-barat-a2bypj9iUV.jpg (Foto: The Digital Wise)

JAKARTA - Puncak fenomena hujan meteor diprediksi terjadi pada 4 Januari 2020. Menurut situs resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dalam keadaan malam tak berawan dan gelap sepenuhnya, hujan meteor akan menampilkan sekira 120 meteor setiap jamnya.

Meskipun demikian, ada kemungkinan warga tidak bisa menyaksikan hujan meteor apabila langit sedang tidak cerah. Seperti diketahui, Indonesia bagian barat pada Januari mengalami musim penghujan.

Menurut LAPAN, ada masalah lain terkait radiant hujan meteor ini berada pada ketinggian 22 derajat dari horison, sehingga cahaya kota bisa mengaburkan cahaya lintasan meteor.

Sekadar informasi, hujan meteor Quadrantid, berlangsung antara 12 Desember 2019 dan berakhir pada 12 Januari 2020. Puncak fenomena alam ini berlangsung pada 4 Januari 2020.

Radiant hujan meteor ini berada di konstelasi Bootes dan dari daerah Jawa Barat dan sekitarnya hujan meteor ini akan tampak sekitar dini hari (setelah pukul 02:46 WIB) setelah rasi Bootes ini terbit di ufuk timur dan tampak terus sampai Matahari terbit sekitar pukul 05:21 WIB.

 Puncak fenomena hujan meteor diprediksi terjadi pada 4 Januari 2020.

Baca juga: LAPAN Ungkap Syarat untuk Bisa Melihat Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor merupakan fenomena cahaya yang melintas di langit. Lintasan cahaya itu muncul akibat adanya gesekan antara atmosfer Bumi dengan meteoroid yang datang dari luar atmosfer Bumi.

Gesekan ini mengakibatkan panas yang menghancurkan meteoroid tersebut dan menghasilkan panas dan cahaya yang muncul dalam bentuk lintasan di langit. Peristiwa ini bisa muncul kapan saja dan datang dari daerah mana saja di langit.

Biasanya peristiwa terbakarnya meteoroid ini berlangsung pada ketinggian 70-100 km dari permukaan Bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini