Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Metode Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 09 56 2151023 dua-metode-teknologi-modifikasi-cuaca-untuk-kurangi-curah-hujan-lwljrxD1J6.jpg Ilustrasi Hujan (Foto: Ist)

JAKARTA - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejatinya merupakan teknologi yang digunakan untuk menambah curah hujan pada suatu daerah. Teknologi ini juga mampu digunakan untuk mengurangi intensitas curah hujan.

Untuk menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca, ada dua metode yang dilakukan yakni metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism) dan mekanisme persaingan (competition mechanism), seperti dikutip dari situs BPPT.

 Dua Metode Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan

1. Jumping Process Mecanism

Jumping process mechanism dilakukan untuk mempercepat proses hujan sebelum masuk ke suatu daerah. Caranya dengan bantuan radar, awan-awan yang terpantau banyak membawa uap air dari laut dan bergerak menuju satu wilayah serta dinilai berpotensi menjadi hujan di suatu wilayah terlebih dahulu "dicegat" jauh-jauh dari wilayah target.

Dengan menggunakan pesawat, awan-awan tersebut disemai jauh di luar wilayah target dengan harapan mampu mengurangi suplai massa udara basah yang pada akhirnya dapat mengurangi peluang kejadian hujan di wilayah target.

Seperti yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak 3 Januari 2020. BPPT melakukan prediksi dan monitoring-monitoring pertumbuhan dan pergerakan awan.

Semua awan yang bergerak ke Jabodetabek dan diperkirakan akan hujan di Jabodetabek akan disemai dengan pesawat menggunakan bahan semai NaCl. Diharapkan, awan akan jatuh sebelum memasauki Jabodetabek.

Baca Juga: SanDisk Pamerkan Perangkat SSD 8TB di CES 2020

2. Mekanisme Persaingan

Metode kedua yakni mekanisme persaingan diterapkan ketika aktivitas penyemaian awan dilakukan di darat. Adapun System Ground Based Generator dipasang di sekitar wilayah target memanjang mulai dari hulu hingga hilir terdekat wilayah target.

Misalnya, system Ground Based Generator dipasang di sekitar wilayah DKI Jakarta, memanjang dari hulu di daerah puncak Bogor hingga hilir di daerah Pantai Teluk Jakarta. Untuk metode yang kedua ini, tujuannya adalah mengganggu proses fisika di dalam awan bagi awan-awan konvektif yang tumbuh di atas wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sehingga hujan yang terjadi dapat dipersingkat durasinya dan dikurangi intensitasnya.

Baca Juga: 15 Laptop Terbaik CES 2020: Laptop 2in1, Notebook, dan Ultrabook

Baca Juga: 3 Monitor Gaming Diluncurkan pada CES 2020

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini