Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Dilengkapi Artificial Intelligence

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 56 2151499 teknologi-modifikasi-cuaca-bppt-dilengkapi-artificial-intelligence-7P4ZcI534L.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Untuk mengantisipasi hujan ekstrem pada 10-12 Januari 2020, BPPT melakukan operasi hujan buatan selama 24 jam. Operasi ini dilakukan dengan melakukan semai garam ke awan untuk mempercepat hujan.

“Agar hujan turunnya di perairan lepas yang tidak ada penduduknya,” kata Kepala BPPT Hammam Riza pada akun Twitter resmi BPPT, Jumat (10/1/2020).

Hamam menambahkan bahwa TMC akan dilengkapi dengan kecerdasan buatan untuk melakukan predictive modelling dengan data yang diperoleh dari BMKG. Dengan bantuan kecerdasan buatan, data cuaca dari BMKG nantinya diolah hingga menghasilkan pola dan model.

 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Baca juga: Teknologi Modifikasi Cuaca Cegah Banjir dengan Redistribusi Curah Hujan

Dengan demikian, pelaksanaan operasi akan lebih efisien dan tepat sasaran yakni daerah-daerah mana saja yang membutuhkan teknologi modifikasi cuaca.

Menurut Hammam, TMC yang dijalankan BPPT ini mempunyai banyak fungsi. Bisa untuk menghalau hujan seperti menangani bencana banjir Jabodetabek atau menurunkan hujan untuk mencegah kebakaran hutan maupun menangani bencana kekeringan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini