Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semai Garam ke Awan, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Berlangsung 24 Jam

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 17:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 10 56 2151516 semai-garam-ke-awan-operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-berlangsung-24-jam-3UprIg4Jh7.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berlangsung selama 24 jam. Operasi TMC ini dilakukan dengan melakukan penyemaian garam ke awan yang berpotensi hujan.

"Tujuannya untuk mempercepat hujan di perairan lepas (Laut Jawa&Selat Sunda), sebelum memasuki area pemukiman penduduk terang," tulis akun resmi @BPPT_RI.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza menerangkan, operasi TMC merupakan koordinasi bersama antara BPPT, BNPB, BNPD, BMKG, TNI AU, dan Pemda untuk mengantisipasi hujan ekstrem pada 10-12 Januari 2020 di area Jabodetabek.

Hammam Riza juga mengungkapkan, operasi TMC ini paling efektif digunakan untuk mitigasi bencana, baik itu mencegah banjir seperti saat ini atau mencegah kebakaran hutan. Selain itu, TMC juga bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan, bahkan mengisi waduk pembangkit listrik.

Lebih lanjut ia mengatakan tentang kesinambungan dalam pelaksanaan TMC. "Kita akan perbaiki bersama, menyusun mitigation plan terbaik untuk mereduksi bencana. Jangan sampai bencana sudah terjadi kita baru siap-siap," katanya.

 Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berlangsung selama 24 jam.

Baca juga: Drone MALE BPPT Miliki Fungsi Pengawasan Jaga Kedaulatan NKRI

BPPT bersama BMKG merancang SMART TMC, di mana teknologi kecerdasan buatan (AI) telah dimasukkan dalam operasionalnya. BMKG akan memberikan data terkait cuaca, kemudian AI akan mengolahnya sehingga muncul pola dan pemodelan cuaca.

Dari pemodelan AI tersebut tim Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC BPPT) akan melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di area dan waktu yang telah ditentukan.

"Semoga dengan penerapan SMART TMC kelak, kita bisa lebih beradaptasi dengan alam, mampu mereduksi bencana. Tentunya mampu meminimalisir kerugian yang diakibatkan baik itu banjir Jabodetabek pada awal tahun ini, dan kebakaran hutan pada tahun lalu," kata Hammam Riza.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini