Indonesia Siap Jadi Pemasok Nikel untuk Industri Baterai Lithium-ion di Seluruh Dunia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 207 2153069 indonesia-siap-jadi-pemasok-nikel-untuk-industri-baterai-lithium-ion-di-seluruh-dunia-mXUhnyV0aT.jpg Ilustrasi Baterai Lithium-ion. Foto : Istimewa

Sebagai produsen nikel nomor satu di dunia, Indonesia siap memasok industri baterai lithium-ion yang berkembang pesat dan semakin penting.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada Forum Abu Dhabi Suistainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (13/01/2019) siang waktu setempat.

Dalam forum yang mempertemukan para pemangku kebijakan dari berbagai negara, para ahli berbagai bidang industri, para inovator teknologi, serta generasi baru pemimpin dunia itu, Presiden Jokowi menyampaikan berbagai hal salah satunya mengenai kecenderungan perubahan energi dan bagaimana Indonesia memainkan peran utamanya di masa depan dalam bidang energi.

Menurut Presiden, peran Indonesia dalam memasok nikel kepada dunia adalah bagian dari kontribusi terhadap masa depan energi, dalam hal ini masa depan penyimpanan energi. Ia meyakini, elektrifikasi sistem transportasi seperti transisi ke kendaraan listrik akan meningkatkan kebutuhan baterai lithium-ion dan nikel.

Fasilitas baterai lithium-ion skala utilitas, seperti fasilitas Tesla di Australia Selatan sangat penting dalam transisi global menuju energi terbarukan.

Untuk itu, Presiden mengajak peserta ADSW 2020 untuk bermitra dengan Indonesia saat membangun industri dalam negeri untuk memproduksi komponen dan pada akhirnya sel baterai sebagai perpanjangan hilir alami dari produksi nikel Indonesia.

Sebelumnya, dalam acara CEO Forum di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11/2019) Presiden Joko Widodo sendiri pernah menyatakan bahwa dirinya mempunyai mimpi besar pada pengembangan kendaraan listrik. Bahkan dirinya menginginkan agar Indonesia bisa menjadi produsen baterai besar di dunia.

“Kita ingin dalam 2-3 tahun turunan nikel bisa ke Litium, baterai ini strategi bisnis negara sedang kita rancang agar indonesia bisa jadi hub besar bagi industri mobil elektrik, arahnya ke sana,”kata Presiden.

Saat ini, menurut Jokowi, pemerintah tengah mempersiapkan langkah-langkah kebijakan untuk menuju ke sana. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bijih nikel untuk dikelola menjadi baterai lithium.

Saat ini pemerintah tengah berkomitmen untuk menghentikan sementara ekspor bijih nikel (ore) Dan mengalihkannya ke dalam negeri. Diharapkan mimpi tersebut bisa terealisasi dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.

Bukan tanpa alasan mengapa Indonesia bisa menjadi salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia. Salah satunya adalah karena produksi bijih nikel Indonesia yang begitu melimpah.

Selain nikel Indonesia juga bisa memanfaatkan bahan baku mineral lainnya untuk memproduksi baterai. Misalnya adalah dengan memanfaatkan kobalt, mangan yang menurutnya memiliki nilai tambah jika dikelola menjadi produk jadi.

“Indonesia punya cadangan nikel terbesar nomor 1 di dunia, strategi ini kita harus pakai untuk membangun idnustri mobil listrik,”kata Presiden.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini