Indonesia Undang Negara Seluruh Dunia Hadirkan Teknologi Terbaik di Ibu Kota Negara Baru

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 207 2153158 indonesia-undang-negara-seluruh-dunia-hadirkan-teknologi-terbaik-di-ibu-kota-negara-baru-9gTfDkjgdX.jpg Presiden Jokowi dan Putera Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed di Istana Qasr Al Watan, Minggu (12/01/2020). Foto : Biro Setpres

Presiden Joko Widodo mengundang negara-negara di seluruh dunia untuk ikut menghadirkan terknologi terbaik dan inovasi terbaik serta kebijaksanaan terbaik di Ibu Kota Negara Indonesia yang baru nanti.

Demikian disampaikan Presiden dalam pidatonya pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (13/01/2020) siang.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyinggung rencana Pemerintah Republik Indonesia memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Menurut Presiden, Jakarta mewakili kota yang dinamis dan bersejarah yang melambangkan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur Indonesia. Jakarta telah menjadi salah satu kota yang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Namun dalam membangun Indonesia sebuah negara yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, Presiden mengatakan, konsep pembangunan yang adil diperlukan agar pembangunan dapat adil bagi semua masyarakat Indonesia.

“Konsep pengembangan ini adalah apa yang kami sebut Indonesia-sentris. Itulah sebabnya kami melakukan salah satu inisiatif paling berani dalam sejarah negara kami, membangun ibu kota baru dari bawah ke atas,” kata Presiden.

Menurut Presiden, Ibu Kota baru nantinya akan menjadi pameran teknologi dan cara hidup paling maju. “Ini akan menjadi karya terbaik dalam efisiensi energi dalam inovasi dan kreativitas ramah lingkungan dan dalam kebahagiaan penghuninya,” ujarnya.

Presiden menegaskan, pemerintah tidak ingin membangun ibukota administratif kecil tetapi kota metropolitan yang cerdas. Ia mengingatkan, Indonesia memiliki 1,4 juta pegawai pemerintah pusat di Jakarta. Dengan keluarga mereka, total populasi sekitar 6 hingga 7 juta orang.

“Dengan 6 hingga 7 juta orang pindah ke ibu kota baru, populasi akan menjadi 3 kali populasi Paris, 10 kali populasi Washington DC, itu akan mulai mendekati 8 hingga 9 juta populasi seperti New York dan London,” terang Presiden.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, pemerintah harus memastikan bahwa gaya hidup perkotaan abad ke-21 rendah karbon dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ibu kota baru akan mengatasi penyebab sosial pencemaran yaitu budaya gaya hidup boros, dengan menciptakan kota baru yang menarik, mudah, dan diharapkan untuk orang kaya dan miskin.

“Untuk mengadopsi gaya hidup rendah karbon yang efisien, berorientasi pada transportasi umum dan kehidupan kota yang ramah pejalan kaki, dan dekat dengan alam,” kata Presiden menekankan.

Dalam mengembangkan ibu kota baru itu, Presiden mengaku akan belajar dari perintis perencana kota, termasuk tuan rumah Abu Dhabi Sustainability Week, yaitu Kota Masdar di Abu Dhabi dan lainnya.

Abu Dhabi Suistainabilitu Week adalah forum yang mempertemukan para pemangku kebijakan dari berbagai negara, para ahli berbagai bidang industri, para inovator teknologi, serta generasi baru pemimpin dunia.

Tampak hadir saat Presiden menyampaikan pidato antara lain Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Armenia Armen Sarkissian para duta besar, CEO industri terkemuka dunia, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini