Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Modifikasi Cuaca Juga Bisa Tangani Kebakaran Hutan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 16 56 2153753 teknologi-modifikasi-cuaca-tangani-kebakaran-hutan-hingga-irigasi-pertanian-MKZ3IS7BCS.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tak hanya bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi banjir di Jabodetabek. Tetapi TMC juga ternyata dapat dimanfaatkan untuk menangani kebakaran hutan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Repubik Indonesia (BPPT RI), dalam akun Instagram resminya menyebutkan, TMC antara lain untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, pengisian waduk untuk pembangkit listrik tenaga air, pembasahan lahan gambut dan irigasi untuk mendukung pertanian.

"Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan yang dilakukan BPPT Ini merupakan bentuk ikhtiar menempuh faktor-faktor penyebab hujan berdasarkan teori ilmiah," tulis akun Instagram BPPT.

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tidak hanya dilakukan untuk mitigasi bencana banjir seperti yang dilakukan saat ini di wilayah Jabodetabek, tetapi sudah terbukti untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, pengisian waduk untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik, serta mengatasi masalah kekeringan.

View this post on Instagram

Teknopren... Mimin mau coba jelasin mengenai Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau lebih dikenal Netizen Hujan Buatan! - Belakangan ini juga banyak Netizen mungkin kurang memahami proses Hujan Buatan yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tidak sedikit yang berargumentasi proses ini menyalahi ketentuan. - - Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan yg dilakukan BPPT Ini merupakan bentuk ikhtiar menempuh faktor-faktor penyebab hujan berdasarkan teori ilmiah. - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tidak hanya dilakukan untuk mitigasi bencana banjir seperti yang dilakukan saat ini di wilayah Jabodetabek, tetapi TMC sudah terbukti untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, pengisian waduk untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik, serta mengatasi masalah kekeringan. - Hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat hujan, karena teknologi ini berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan, yakni dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. - Tentunya ini juga tidak lepas dari ketergantungan terhadap ketersediaan yang diberikan oleh alam. Artinya jika awannya banyak, kita juga akan dapat menginkubasi lebih banyak dan otomatis akan menghasilkan hujan yang lebih banyak juga, begitupun sebaliknya. - Operasi ini dilakukan oleh BPPT melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), yang bersinergi dengan TNI AU, BNPB, dan BMKG. - #BPPT2020SolidSmartSpeed #BPPTModifikasiCuaca #InovasiBPPT #TMCBPPTAtasiBanjirJabodetabek

A post shared by BPPT RI (@bppt_ri) on Jan 14, 2020 at 4:23am PST

Hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat hujan, karena teknologi ini berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan.  

Dengan cara penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.

Ini tidak terlepas dari ketergantungan terhadap ketersediaan yang diberikan oleh alam. Artinya jika awannya banyak, maka akan dapat menginkubasi lebih banyak dan otomatis akan menghasilkan hujan yang lebih banyak juga. Begitu pun sebaliknya.

Operasi ini dilakukan oleh BPPT melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), yang bersinergi dengan TNI AU, BNPB, dan BMKG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini