Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPPT Siap Bantu Tekan Impor Garam dengan Teknologi

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 15:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 20 207 2155539 bppt-siap-bantu-tekan-impor-garam-dengan-teknologi-nFAGVEpjA0.jpg Ilustrasi garam. Foto : Pixabay

Masalah impor garam masih menjadi fokus pemerintah. Permintaan garam industri yang cukup tinggi untuk pemenuhan bahan baku industri makanan, kosmetik, dan plastik harus segera diatasi dengan mulai menyerap garam rakyat yang selanjutnya ditingkatkan kadarnya menjadi setara industri.

Pertengahan Desember tahun 2019, BPPT bersama PT Garam baru saja melakukan Komisioning Pilot Project Garam Industri Terintegrasi Kapasitas 40.000Ton/tahun di Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini diklaim mampu mampu meningkatkan kualitas produk garam lokal dari NaCl 88 persen menjadi garam industri dengan NaCl sebesar 98 persen.

Memulai tahun 2020 ini, BPPT melalui Pusat Teknologi Sumber Daya Energi dan Industri Kimia (PTSEIK) melaksankan Kick off Meeting Inovasi Teknologi Pilot Project Garam Terintegrasi Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat PTSEIK , Puspiptek, Tangsel, Jumat (17/01).

Hadir memberikan arahan, Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, Eniya L. Dewi menekankan program garam ini akan menjadi flagship BPPT karena memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap masyarakat dan industri apabila teknologi ini mampu dijadikan masterplan untuk semua pabrik garam di Indonesia.

“Kita tidak boleh puas dengan terbangunnya Pilot Project di Manyar, Gresik. Karena tahun ini target PTSEIK adalah garam industri juga. Maka saya ingatkan untuk mampu meningkatkan spesifikasi peralatan yang ada, apalagi tahun ini tim dari material dan polimer akan bergabung. Saya kira ini bisa menemukan solusi untuk masalah korosi di peralatan,” terang Eniya.

Eniya lantas memaparkan isu impor hingga 2,9 juta ton garam industri yang diimpor. Impor ini mau tidak mau dilakukan, karena pihak dalam negeri belum ada yang sanggup memenuhi kebutuhan garam industri ini, sedangkan pihak industri harus tetap menjalankan bisnisnya.

“Kita sebagai perekayasa di BPPT harusnya mampu melihat ini sebagai peluang. Dengan pengalaman kita sebelumnya yang mampu menghasilkan garam farmasi di Kimia Farma, yang notabene standarnya lebih rumit dibandingkan dengan garam industri,” paparnya.

Dirinya berharap dengan diadakannya kick off meeting ini, Kedeputian TIEM mampu bersinergi dengan kedeputian lainnya, bisa menentukan job description masing-masing unit, sehingga pekerjaan bisa dapat lebih terarah.

“Saya kira masalah teknis bisa kita atasi semua, mungkin saya ingatkan kembali untuk masalah administrasi. Kita ikuti aturan yang berlaku mengenai administrasi, jangan sampai kesalahan kecil merusakan mimpi besar kita untuk mengurangi impor garam industri di Indonesia,” ujar Eniya.

Sementara Direktur PTSEIK BPPT, Hens Saputra, melaporkan anggaran untuk tahun 2020 sudah tersedia dan bisa segera dilaksanakan. Masing-masing unit bisa bergerak sesuai tugas dan fungsinya.

“Turunnya anggaran menandakan kita siap untuk bekerja kembali. Sembua bergerak dengan cepat. Pusat Teknologi Lingkungan mengurus AMDAL, Tim Material dan Polimer fokus dengan pemilihan material, sehingga bisa kita lakukan finalisasi disain akhirnya,” jelas Hens

Untuk anggaran sendiri, Hens mengungkapkan semuanya difokuskan di PTSEIK, sehingga belanja barang modal akan ada di PTSEIK.

“Saya harapkan semua tim dapat berkoordinasi dengan baik, mengenai kebutuhan, kita bekerja atas nama BPPT, bukan masing-masing unit,” harap Hens.

Hens juga menyoroti penyempurnaan design engineering Pabrik Garam untuk bahan baku obat. Ini tidak terlepas dari koordinasi antara PTSEIK dan Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM). “Saya kira nanti ada WBS yang akan fokus untuk masalah ini dari PTFM,” terangnya.

Hens pun berharap pabrik yang pertama ini bisa berjalan sukses. Fokus kita bersama untuk menyelesaikan pabrik garam yang menghasilkan garam untuk bahan baku obat, bahan farmasi, hingga minuman isotonik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini