Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Penemu di Bidang Sains Hadiri World Economic Forum Annual Meeting

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 10:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 207 2156467 para-penemu-di-bidang-sains-hadiri-world-economic-forum-annual-meeting-yLrUFMa4HE.jpg World Economy Forum 2020. Foto : Istimewa

Selain dihadiri 3.000 kepala negara, pimpinan perusahaan global dan pemimpin organisasi politik, para penemu di bidang sains dan kebudayaan dari 90 negara termasuk 500-an jurnalis dari seluruh dunia hadir di World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss, 21-24 Januari 2020. 

Di acara ini juga, kali ini Indonesia kembali menggelar Indonesia Pavilion. Tujuannya untuk diplomasi ekonomi, country branding, sekaligus membuka akses ke jaringan global.

Indonesia Pavilion ini merupakan gelaran empat hari yang dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan WEF Annual Meeting 2020, yang akan berisikan sesi-sesi untuk para menteri yang hadir di Davos, workshop atau talkshow oleh kementerian/lembaga/swasta nasional, dan pameran.

“Dengan tema Unity in Diversity: Partner for Action di Indonesia Pavilion di WEF Davos yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan ini kita memasarkan potret dan profil kekinian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin,” papar Menkominfo Johnny ketika meninjau persiapan paviliun tersebut pada Senin (21/01/2020).

Demi memanfaatkan perhelatan paling representatif di dunia yang menjadi ajang berkumpulnya pemimpin-pemimpin dunia dan perusahaan tersebut, Indonesia yang dikoordinir oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menggandeng Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta didukung penuh Kementerian Luar Negeri mengadakan Indonesia Pavilion dengan tema "Unity in Diversity: Partner for Action".

“Tidak saja berkutat dengan topik yang berat-berat terkait dengan substansi forum ekonomi dunia, namun paviliun ini juga menampilkan kesenian daerah dan pernak-pernik Indonesia. Ada topi rote dari wilayah paling selatan Indonesia. Ada kopi dari Nusa Tenggara Timur juga," ujar Menteri Johnny.

Selama ini, kata Menteri, NTT dikenal dengan savana dan stepa saja, namun ternyata dari ada juga kopi yang hebat, bahkan beberapa kali menjadi juara satu kontes di London, Jerman dan lain-lain. Jadi, banyak sekali sumber daya, khususnya dalam bidang agrikultur, yang melibatkan begitu banyak rakyat yang terkenal di tingkat dunia.

"Nah kali ini isunya cocok juga dengan tema WEF kali ini, yaitu sustainable development goals. Di situlah partisipasi banyak masyarakat, seperti petani, nelayan, dan lain-lain, akan jadi perhatian,” lanjut Menteri Johnny.

Indonesia Pavilion yang bertempat di Promenade 55, Davos Platz 7270 ini dibuka pada 21 Januari pukul 13.30 waktu setempat oleh para Menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad.

Acara akan dilanjutkan dengan sesi dialog pertama yang menampilkan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Ketua BKPM, Bahlil Lahadalia; dengan moderator Dubes Muliaman Darmansyah Hadad dengan tema gambaran umum tentang ketahanan ekonomi Indonesia.

Tema- tema lain yang dikupas pada sesi-sesi khusus selanjutnya di Indonesia Pavilion antara lain tentang strategi perdagangan Indonesia, ekonomi digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, dan smart city. Semua tema sesi tersebut dibalut dalam nuansa tema WEF 2020 yaitu “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World”.

Selain sesi-sesi diskusi, pada hari kedua juga diselenggarakan Indonesia Night yang merupakan kesempatan untuk menampilkan budaya, kuliner, dan kesenian Indonesia serta menjadi ajang untuk menjalin networking.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini