Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Teknologi di Balik Ponsel Layar Lipat

Muhammad Ferdiansyah, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 15:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 57 2156663 intip-teknologi-di-balik-ponsel-layar-lipat-ZjkNZn4LVi.jpg (Foto: CNet)

JAKARTA - Beberapa vendor ponsel seperti Samsung dan Huawei menghadirkan ponsel layar lipat di pasaran. Ponsel dengan fitur layar lipat ini tampaknya akan semakin populer di tahun ini.

Dilansir dari Howtogeek, ponsel lipat atau ponsel flip telah ada sejak 1990-an dan 2000-an. Namun, lipatan pada ponsel ini bukan berada di layar, melainkan di antara engsel keypad dan layar.

Kini, ponsel lipat sudah tidak membutuhkan engsel pemisah karena lipatan dibuat pada bagian layar. Hal ini dapat terjadi karena teknologi layar fleksibel.

Ponsel layar lipat memiliki kemampuan layar OLED yang fleksibel, terbuat dari layar polimer, dan komponen khusus yang memungkinkan layar ponsel dapat dilipat. Layar diode pemancar cahaya organik (layar OLED) bekerja melalui aliran listrik pada senyawa organik.

Jaringan OLED sangat tipis, fleksibel, berwarna cerah. OLED tidak membutuhkan backlight dan layar OLED mampu menghasilkan warna yang lebih tebal daripada tampilan LED.

 Beberapa vendor ponsel seperti Samsung dan Huawei menghadirkan ponsel layar lipat di pasaran.

Tampilan layar yang cerah dan fleksibel ini telah diproduksi terutama oleh Samsung. Contohnya pada Galaxy S7 Edge yang dilengkapi dengan layar OLED melengkung.

Produsen ponsel seperti Samsung dan Royole telah mengembangkan layar OLED sejak 2011. Namun, ponsel layar lipat baru mulai tersedia baru-baru ini.

Butuh waktu lama bagi perusahaan tersebut untuk menciptakan handset dengan kemampuan layar lipat. Hal itu disebabkan karena para pabrikan ponsel juga harus menciptakan komponen-komponen lain pada smartphone yang juga fleksibel.

Salah satunya kaca pada layar. Kaca merupakan benda yang tidak fleksibel. Akibatnya, pabrikan harus mengembangkan layar polimer bendy untuk membuat ponsel yang fleksibel.

Lalu, produsen juga harus mengganti sirkuit dan baterai lithium-ion. Produsen perlu mengganti baterai lithium-ion karena dapat terbakar apabila ditekuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini