Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BRTI Bahas Wacana Registrasi SIM Card dengan Teknologi Biometrik

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 10:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 207 2157007 brti-bahas-wacana-registrasi-sim-card-dengan-teknologi-biometrik-94wINm6aYN.jpg Ilustrasi (Foto: Insider Hook)

JAKARTA - Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah membahas rencana kebijakan registrasi SIM Card menggunakan biometrik. Wacana ini sudah mulai dibahas pada akhir 2019.

“Kami baru membicarakan (wacana registrasi SIM Card dengan biometric) dengan operator dua kali pertemuan,” kata Komisioner Bidang Hukum BRTI, I Ketut Prihadi di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Menurut Ketut, registrasi SIM Card dengan biometrik ini diharapkan lebih aman dan mampu mencegah adanya pembajakan data konsumen. Pasalnya, registrasi menggunakan KTP dan KK datanya bisa digunakan orang lain.

“Kalau pakai biometrik, misalnya face recognition atau fingerprint orang lain tidak bisa. Nanti kan teridentifikasi wajah atau sidik jarinya bukan si konsumen,” lanjut Ketut.

Ketut sebelumnya juga mengungkapkan bahwa wacana ini untuk menyempurnakan peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika terkait registrasi pelanggan jasa telekomunikasi, khususnya registrasi pelanggan prabayar.

 BRTI Bahas Wacana Registrasi SIM Card dengan Teknologi Biometrik

"Pertimbangan dari penyempurnaan peraturan menteri ini adalah penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib mengetahui secara pasti siapa pelanggannya," kata Ketut.

Nantinya, sistem tersebut menggunakan konsep Know Your Customer (KYC). Prinsip KYC yang dapat diterapkan oleh para operator seluler. Mekanisme registrasi prabayar diserahkan sepenuhnya kepada operator seluler.

"Dengan catatan operator wajib mengetahui siapa pelanggannya sehingga operator bertanggungjawab penuh terhadap validitas pelanggannya," lanjut Ketut.

Lebih lanjut, dengan sistem ini nantinya operator dapat menerapkan mekanisme registrasi prabayar antara lain registrasi pelanggan dilakukan di gerai operator (face to face), atau registrasi dilakukan dengan cara lain tanpa harus datang ke gerai yang menurut operator paling baik untuk mengetahui siapa pelanggannya, misalnya dengan face recognition technology, finger print technology, atau artificial intelligence technology.

Baca Juga: Kominfo dan BRTI Imbau Operator Hati-Hati saat Pelanggan Ganti SIM Card

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini