Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BRTI Terus Lakukan Literasi agar Masyarakat Jaga Data Pribadi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 15:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 207 2157230 brti-terus-lakukan-literasi-agar-masyarakat-jaga-data-pribadi-kTvuZn6bqV.jpg Ilustrasi kartu SIM. Foto : Pixabay

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bersama penyelenggara seluler dan instansi terkait seperti OJK akan terus melakukan literasi kepada masyarakat agar selalu berhati-hati menjaga data pribadi.

Ini termasuk data untuk layanan perbankan dan keuangan lain yang tersimpan pada perangkat seluler maupun tersimpan pada pihak lain secara online. Langkah ini juga ditempuh untuk mempersempit ruang gerak tindakan penggantian kartu seluler tanpa hak dan/atau melawan hukum.

"Tentu pertama yang perlu dilakukan adalah meyakini SOP penggantian SIM card yang diterapkan oleh para operator seluler sudah baik, ketat dan diimplementasikan dengan benar. Jika SOP sudah dilakukan dengan baik oleh para operator seluler, tentunya akan mengurangi celah tindakan penggantian SIM card tanpa hak dan/atau melawan hukum,”ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi, Kamis (23/01/2020).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir meyakini masing-masing operator sudah memiliki SOP dalam penanganan penggantian kartu.

Seluruh perusahaan anggota ATSI telah memiliki sertifikasi ISO 27001, maka SOP tersebut pasti sudah mencakup aspek keamanan, kerahasiaan dan proses verifikasi yang akuntabel.

“ATSI akan terus mengingatkan agar semua operator anggota ATSI melakukan pengawasan ketat atas seluruh garda depan yang melayani pelanggan untuk selalu melaksanakan SOP yang berlaku di perusahaan,” ungkap Marwan.

Di samping itu ATSI juga siap mendukung Kominfo dan BRTI untuk melakukan review atau peninjauan ulang atas SOP pergantian kartu dan layanan pelanggan yang lain, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Di lain sisi, Komisioner Bidang Hukum Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), I Ketut Prihadi mengungkapkan rencana penggunaan teknologi biometrik dalam proses pendaftaran kartu seluler untuk pengguna baru.

Ini dilakukan untuk menjaga keamanan pelanggan kartu seluler. Selama ini para pengguna kartu seluler hanya menggunakan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menurut Ketut, metode tersebut memiliki kelemahan karena data yang diberikan bisa milik orang lain.

“Kalau pakai biometrik, misalnya face recognition (pengenal wajah) atau fingerprint (sidik jari) orang lain tidak bisa. Nanti kan teridentifikasi wajah atau sidik jarinya bukan si konsumen,” kata Ketut saat ditemui usai Konferensi Pers Pembobolan Rekening Bank Melalui Pergantian SIM Card di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Ketut menambahkan, ini merupakan cara yang paling baik untuk menerapkan konsep Know Your Customer (KYC) untuk operator seluler. Sistem biometric nantinya bisa menggunakan pemindai wajah, sidik jari, atau teknologi artificial intelligence.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini