Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dosen ITS Manfaatkan Tanaman Sambiloto untuk Antiradiasi Sinar UV

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 207 2157694 dosen-its-manfaatkan-tanaman-sambiloto-untuk-antiradiasi-sinar-uv-ugYuv4JWhh.jpg Daun Sambiloto. Foto : Istimewa

Sebagai negara tropis, Indonesia dikenal kaya akan keanekaragaman jenis tanaman, termasuk juga tanaman obat yang terkadang masih kurang pemanfaatannya. Merespon hal itu, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr rer nat Fredy Kurniawan SSi MSi baru-baru ini meneliti ekstrak tanaman sambiloto sebagai antiradiasi Ultraviolet (UV).

Menurut Fredy, potensi tanaman obat telah banyak dikembangkan di Indonesia, khususnya di bidang farmasi.

“Di sini kami mencoba menggali lebih dalam potensi lain yang belum pernah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Yang penting tanaman ini tersedia melimpah di Indonesia dengan budidayanya yang mudah,” jelas Kepala Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini.

Ia pun mengatakan, di sisi lain pemanfaatan dan pengembangan tanaman obat pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari aset alami negara Indonesia.

Tanaman yang memiliki nama latin Andrographis paniculata L. Ness ini merupakan salah satu jenis tanaman obat yang menjadi prioritas utama untuk dikembangkan di Indonesia.

Tanaman ini mempunyai senyawa aktif yang khas yang dikenal dengan nama “King Bitter”. Ini merupakan senyawa bioaktif primer Andrographolide golongan senyawa terpenoid khususnya diterpene lakton.

Pada penelitian yang dibantu tim mahasiswa ini, terang Fredy, untuk mengekstraksi tanaman obat menggunakan metode maserasi, salah satu metode ekstrasi tanpa pemanasan (ekstrasi dingin).  

Pada prinsipnya, kata Fredy, pertama tanaman obat sambiloto diambil bagian daunnya kemudian dipreparasi dan dilakukan proses maserasi selama beberapa waktu.

Setelah itu, dilakukan karakterisasi dan analisis terhadap hasil ekstraksi tanaman obat sambiloto. "Terakhir adalah modifikasi dan aplikasi ekstrak tanaman tersebut sebagai UV Protector,” urainya.

Fredy menambahkan, hasil akhir dari penelitiannya tersebut berupa tabir surya yang merupakan salah satu jenis produk kosmetik yang banyak dibutuhkan. Yakni, tabir surya yang mengandung ekstrak tanaman sambiloto dengan nilai Sun Protection Factor (SPF) tertentu.

Selama proses penelitian, Fredy mengakui beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya, kompleksnya komponen (matriks) yang dterkandung di dalam bahan tanaman ini. Ini karena sampelnya berupa bahan alami, katanya. Saat ini, penelitian ini sedang dalam proses publikasi ilmiah. 

“Memang saat ini belum ada kerja sama dengan pihak ketiga, tetapi untuk ke depannya sudah ada rencana untuk bisa diproduksi massal,” ujarnya. Fredy berharap, penelitian ini nantinya dapat bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat luas.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini