Teknologi Modifikasi Cuaca Antisipasi Banjir hingga Karhutla

Minggu 26 Januari 2020 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 26 56 2158410 teknologi-modifikasi-cuaca-antisipasi-banjir-hingga-karhutla-bMoKFoQobf.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan memiliki beberapa fungsi yakni memindahkan curah hujan demi mengantisipasi banjir. TMC juga diterapkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti yang terjadi di Riau.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kantor BPPT, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

"Ini upaya kita dorong untuk penguatan ekosistem dan harapan saya sebelum terjadinya hotspot (titik panas) di Riau nanti di Maret dan TMC sudah dilaksanakan," kata Hammam.

TMC, kata Hammam, diterapkan saat munculnya titik api atau hot spot yang terdeteksi di kawasan hutan dan lahan. Melalui teknologi ini, awan hujan akan diturunkan pada titik-titik panas itu untuk menghindari meluasnya karhutla.

"Sehingga kita akan membasahi lahan-lahan gambut dan hutan di sana dan mereka (tanah) cukup basah dan tidak berpotensi untuk munculnya titik api," jelas Hammam.

 Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan memiliki beberapa fungsi yakni memindahkan curah hujan demi mengantisipasi banjir.

Hammam kemudian menekankan bahwa karhutla merupakan bencana yang selalu terjadi setiap tahunnya di sebagian wilayah Indonesia.

Fenomena ini bahkan tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara lainnya.

Menurutnya, sinergi semua pihak diperlukan untuk upaya pencegahan bencana karhutla.

"Ini harus membangun seluruh unsur dan komponen terkait penanggulangan bencana sebagai negara yang tangguh bencana," kata Hammam.

Hammam pun mencontohkan karhutla yang kini terjadi di Australia, penanggulangan di negara itu hanya mengandalkan water bombing.

"Di Australia, bisa kita lihat penanganan karhutla dilakukan dengan water bombing. Dari berbagai media yang kita cermati, hasilnya tidak signifikan. Water bombing lebih berat karena kita harus mematikan api," tutur Hammam.

Berkaca dari peristiwa karhutla yang terjadi di Canberra Australia, Hammam menyebut bahwa TMC perlu dilakukan guna mencegah terulangnya bencana karhutla yang melanda provinsi Riau, Sumatra Selatan, Jambi dan beberapa wilayah lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini