Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Modifikasi Cuaca Terus Berjalan, Cegah Banjir tanpa Hentikan Hujan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 17:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 27 207 2159049 modifikasi-cuaca-terus-berjalan-cegah-banjir-tanpa-hentikan-hujan-6fam7v9Rb3.jpg Kepala BPPT Hammam Riza. Foto : Dok. BPPT

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menyampaikan, operasi modifikasi cuaca masih terus dijalankan menyusul prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika.

Bersinergi dengan BNPB, TNI AU, dan BMKG terus mengupayakan pencegahan banjir dengan metode ini di wilayah Jabodetabek.

“Berdasar prakiraan yang dirilis BMKG, tim TMC-BPPT akan terus berikhtiar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mencegah potensi banjir," ujar Hammam dalam keterangan persnya, Senin (27/1/2020).

Meski harus tetap waspada akan kemungkinan hujan ekstrem tersebut, dia berharap masyarakat tidak panik. Itu karena timnya akan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek.

Hammam menjelaskan, secara teknis tim TMC berupaya melakukan penyemaian, di atas  awan-awan yang diperkirakan akan bergerak menuju wilayah Jabodetabek.

"Awan-awan tersebut jauh-jauh akan segera disemai, biasanya awan-awan tersebut masih berada di Laut Jawa, Selat Sunda, kita lakukan penyemaian garam, agar segera turun hujan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek,” katanya.

Sejak 3 Januari 2020, operasi teknologi modifikasi cuaca ini dilakukan melalui Posko TMC di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Koordinator Lapangan program Tukiyat menjelaskan bahwa pada Minggu (26/01/2019), dua jenis pesawat yang dipinjamkan TNI AU yakni Cassa-212 A-2103 dan CN-295 A-2901 sudah melakukan operasi semai awan.

Operasi penyemaian awan hujan yang berpotensi akan masuk ke Jabodetabek bertujuan agar hujan turun lebih awal sebelum masuk ke satu wilayah tertentu. Dalam kondisi ancaman prediksi curah hujan banyak, maka Tim TMC yang terdiri dari BPPT, TNI AU, BNPB dan BMKG siap menjalankan misi antisipasi pencegahan banjir Jabodetabek.

Kedua jenis pesawat ini urainya, menuju ke daerah target pertumbuhan awan Cumulus di pesisir untuk melakukan penyemaian awan dengan menggunakan garam (NaCl) pada awan Cumulus.

Mengingat sifat bahan semai tersebut menyerap uap air, maka terjadi proses pertumbukan dan penggabungan membentuk droplet air sehingga proses hujan dapat jatuh di wilayah tersebut, sebelum mencapai Jakarta dan sekitarnya.

Secara umum ungkap Tukiyat, cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek pagi, siang dan sore hari ini berawan. Dari pemantauan radar, pertumbuhan awan di bagian Barat Laut dan bagian Utara dari Jabodetabek, sedang pada siang hari pertumbuhan awan lebih banyak di wilayah Jabodetabek bagian Selatan, Barat Daya dan Barat. Pertumbuhan awan ini lebih dipengaruhi oleh awan-awan orografi atau awan dari pegunungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini