Share

Menristek Dorong Akademisi Ubah Pola Pikir Riset dan Pengembangan Teknologi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 207 2159903 menristek-dorong-akademisi-ubah-pola-pikir-riset-dan-pengembangan-teknologi-51y0dK97XX.jpg

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S Brodjonegoro mendorong akademisi untuk memulai perubahan pola pikir riset dan pengembangan teknologi. Hal tersebut di sampaikan oleh Menteri Bambang pada Seminar Nasional dalam rangkaian Dies Natalis ke-65 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), di Aula Gedung Pascasarjana Unpar.

“Bapak Ibu adalah bagian dari kelompok yang bisa mengubah mindset. Untuk menggali potensi iptek yang inovatif dalam menciptakan penguasaan iptek mandiri dan berdaya saing global, ‘inovasi’ menjadi kata kunci. Hal ini diharapkan mampu menghasilkan output yang tepat guna dan inovatif,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/01/2020).

Dalam kesempatan tersebut Menteri Bambang menekankan pentingnya kedekatan hubungan antara akademisi dan dunia industri dalam pengembangan riset. Melalui kedekatan tersebut, para dosen peneliti bakal mendapatkan ilmu yang jauh lebih luas ketimbang hanya berkutat dalam konsep dan teori.

“Saya juga dosen, saya sekarang merasa ilmu saya bertambah luar biasa. Meskipun Bapak Ibu sudah menguasai konsep dan teori, tapi bicara R&D (research and development), bapak ibu harus gaul dengan dunia industri,” terangnya.

Menurut Menristek Bambang, dunia industri berbeda jauh dengan dunia akademis. Tanpa adanya hubungan yang baik di antara dosen peneliti dan dunia industri, niscaya hasil penelitian para dosen peneliti bakal sulit dikembangkan hingga diproduksi secara massal.

Selain dengan dunia industri, Menristek juga menekankan para dosen peneliti juga harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah, agar hasil penelitiannya mendapat dukungan penuh dari sisi regulasi. Terlebih, jika hasil penelitiannya itu akan diproduksi secara massal.

“Kalau kita mau jadi negara besar, harus melakukan triple helix, pemerintah, dunia industri, dan akademisi. UNPAR kan PTS (perguruan tinggi swasta), barangkali banyak (koneksi dengan) perusahaan swasta, mulai dijajaki supaya lebih serius dengan R & D,” pintanya.

Dalam sambutannya Rektor Unpar Mangadar Situmorang, menyoroti pentingnya pengembangan riset sebagai bagian dari pendidikan tinggi. Dia berharap forum ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan tinggi masing-masing untuk menegaskan perannya sebagai lembaga riset dan teknologi.

“Kewajiban kita sebagai dosen dan peneliti adalah menyelenggarakan riset terutama membantu masyarakat menjawab persoalan-persoalan yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Bambang didampingi oleh Direktur Inovasi Industri Kemenristek/BRIN, Santosa Yuda. Turut hadir sebagai pembicara Guru Besar Teknik Kimia Unpar Judy Retti B. Witono dan Dosen Hubungan International Unpar Yulius Purwadi Hermawan, serta tamu undangan lainnya.

(ABD)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini